Komjen Dharma Pongrekun Klarifikasi Potongan Video Soal Prokes

    Yogi Bayu Aji - 11 April 2021 23:00 WIB
    Komjen Dharma Pongrekun Klarifikasi Potongan Video Soal Prokes
    Ilustrasi: Medcom.id



    Jakarta: Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Komjen Dharma Pongrekun menegaskan potongan video ketika dia berbicara soal masker ialah hasil suntingan. Video dari ceramah keagamaan itu tidak utuh sehingga dapat menciptakan salah pengertian di masyarakat. 

    "Saya ingin menyampaikan kepada semuanya, kalau video yang tersebar viral dua hari ini sama sekali bukan dari saya atau tim media institusi saya," tegas Dharma dalam keterangan tertulis, Minggu, 11 April 2021. 






    Menurut dia, video itu salah satu bagian ceramah keagamaan yang disampaikannya pada 11 Oktober 2020. Pengedit video kemudian menyertakan logo BSSN dalam rekaman tersebut. Ia menduga pengedit video ingin membenturkannya dengan kebijakan pemerintah terkait pandemi covid-19

    "Ketahuilah bahwa saat ini kecanggihan teknologi multimedia dapat dengan mudah mendiskreditkan siapa pun, bahkan apa pun dapat dimanipulasi dengan motivasinya masing-masing tanpa bertanggung jawab," ungkap jenderal berbintang tiga itu. 

    Baca: Satpol PP DKI Jaring 1.856 Warga Tak Memakai Masker

    Dalam ceramah keagamaannya, Dharma sedianya menerangkan surat Yakobus 4:7 yang berbunyi, "Karena itu tunduklah kepada Allah dan lawanlah iblis, maka ia akan lari dari padamu." 

    Dharma mencontohkan hal ini dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes). Masker harus digunakan sebagai bagian dari mengikuti anjuran pemerintah, bukan karena takut. 

    "Kita harus melawan iblis, jika tidak, maka kita tidak bisa (tunduk kepada Allah). Sebagai misal, dalam menggunakan masker itu karena dianjurkan, bukan karena takut. Kalau karena takut (dasarnya), karena latah, tanpa pengetahuan yang benar, maka tidak ada gunanya," tegas dia. 

    Bagian ceramah ini dihilangkan dari video yang viral dan ditambahkan logo BSSN. Video yang viral hanya menampilkan Dharma tengah melanjutkan penjelasan mengenai penerapan prokes tersebut.

    "Menggunakan masker jangan dipikir aman. Karena kalau menyebar lewat udara, bisa masuk mata, makanya mata perlu ditutup. Tapi apakah itu aman? Enggak. Mengapa? Karena kita enggak nyaman, dan ketika enggak nyaman sel (tubuh) kita stres. Kalo stres, pertahanan sel kita runtuh sehingga hal itu tidak ada gunanya (menutup ketat tubuh kita untuk antisipasi covid-19). Yang menyelamatkan kita (dengan mekanisme perlindungan diri terbatas) adalah kuasa Tuhan," kata Dharma dalam potongan video tersebut. 

    Potongan video yang dapat menciptakan salah tafsir masyarakat itu berdurasi 59 detik. Sementara itu, video lengkap berdurasi 2 menit 14 detik. 

    Penyebaran konten video ini dapat dikenakan UU ITE. Dharma mengimbau kepada seluruh pengguna media sosial untuk tetap menjaga kesatuan dan persatuan bangsa dengan tidak meneruskan video tersebut. 

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id