Eggi Sudjana Bakal Memenuhi Panggilan Polisi Sebagai Tersangka Makar

    Siti Yona Hukmana - 03 Desember 2020 07:07 WIB
    Eggi Sudjana Bakal Memenuhi Panggilan Polisi Sebagai Tersangka Makar
    Ilustrasi pemeriksaan. Medcom.id
    Jakarta: Polda Metro Jaya menjadwalkan pemeriksaan tersangka makar Eggi Sudjana hari ini Kamis, 3 Desember 2020. Eggi siap memenuhi panggilan penyidik.

    "Pada intinya klien kami siap untuk bersikap kooperatif dan memenuhi panggilan tersebut," kata kuasa hukum Eggi, Abdullah Al-Katiri, saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, 3 Desember 2020.

    Namun, Abdullah mempertanyakan alasan penyidik Direktorat Reserse Krimimal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya kembali memanggil kliennya sebagai tersangka makar. Sebab, Eggi telah menyampaikan seluruh keterangan saat pemeriksaan awal saat masih berstatus sebagai saksi.

    "Oleh karenanya, pemanggilan ke-1 kembali dalam surat panggilan tersangka kepada klien kami patut dipertanyakan atau dijelaskan terlebih dahulu maksud dan kepentingannya apa," ujar Abdullah.

    Apalagi, kasus yang menjerat Eggi berkaitan dengan gelaran Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Abdullah menyatakan pilpres telah berakhir. Selain itu, Prabowo Subianto yang saat itu didukung Eggi telah bergabung dengan pemerintahan.

    "Pokok perkara di mana saat itu berkaitan erat dengan kondisi politik (Pilpres), maka saat ini seharusnya sudah tidak ada relevansi atau urgensinya lagi mengingat proses pilpres pun telah berakhir," ujar Abdullah.

    Sebelumnya, beredar surat pemanggilan Eggi Sudjana sebagai tersangka makar. Surat panggilan bernomor S.Pgl/1802/XII/2020/Ditreskrimum itu ditandatangani Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat.

    (Baca: Kapolda Metro Ingin Tuntaskan Kasus Eggi Sudjana)

    Eggi mengaku telah menerima surat panggilan pemeriksaan. Surat diterima pukul 01.30 WIB Selasa, 1 Desember 2020.

    Kasus makar Eggi bergulir sejak 17 April 2019. Eggi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan makar pada Selasa, 7 Mei 2019. Penyidik telah melakukan gelar perkara atas kasus tersebut dan menemukan alat bukti untuk menjerat Eggi.

    Eggi disangka melanggar Pasal 107 KUHP dan atau 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

    Dia diduga melakukan tindak kejahatan terhadap keamanan negara atau makar dan atau menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat. Eggi dianggap menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berlebihan atau yang tidak lengkap.

    Eggi mengucapkan akan mengerahkan massa atau people power bila Pilpres 2019 curang. Hal itu disampaikan di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan.

    Polisi menahan Eggi di Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Metro Jaya pada 14 Mei 2019. Belakangan, penyidik mengabulkan permohonan penangguhan penahanan Eggi pada 24 Juni 2020. Eggi menjadi tahanan kota sejak saat itu.

    Polisi telah melimpahkan berkas perkara tahap I ke Kejaksaan. Namun, kasus Eggi tidak ada perkembangan, baik dari kepolisian, maupun Kejaksaan. Eggi sempat meminta kasusnya dihentikan.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id