Modus dan Peran Mafia Tanah Ibunda Dino Patti Djalal

    Siti Yona Hukmana - 18 Februari 2021 09:37 WIB
    Modus dan Peran Mafia Tanah Ibunda Dino Patti Djalal
    Gambar tangkap layar Dino Patti Djalal (Instagram @dinopattidjalal)
    Jakarta: Polisi mengungkap modus dan peran sindikat mafia tanah Zurni Hasyim Djalal, Ibunda mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal. Sebanyak 11 pelaku telah ditangkap dalam dua laporan atas kasus mafia tanah itu.

    "(Modusnya) penjualan tanah dan bangunan milik korban tanpa sepengetahuan korban ke pembeli Van (pembeli tanah dan bangunan). Van lalu membalik nama menjadi atas namanya dan menjualnya kepada Hen," kata Kasubdit Harta dan Benda (Harda) Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Dwiasi Wiyatputera, saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, 18 Februari 2021.

    Dwiasi mengatakan sindikat pertama ini menggasak sertifikat tanah dan bangunan Ibunda Dino yang berada di kawasan Pondok Indah, Jalan Paradiso, Cilandak Barat, Jakarta Selatan, pada 10 April 2019. Setelah sadar manjadi korban mafia tanah, kasus ini langsung dilaporkan pada 22 April 2019.

    Dwiasi mengatakan pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan penyidikan. Seperti pemanggilan saksi untuk dimintai keterangan hingga penangkapan tersangka. Pemanggilan saksi dilakukan sejak Juli 2020.

    Pada 10 April 2019 terdapat pembeli atas nama Van dan Fery. Kemudian Mustopa selaku kuasa hukum korban menyerahkan sertifikat tanah dan bangunan tersebut kepada Arnold, yang mengaku sebagai pihak dari Van.

    Baca: Pelaku Kasus Mafia Tanah Ibu Dino Patti Djalal Kembali Ditangkap

    Selanjutnya, tanpa sepengetahuan korban, pada 22 April 2019, terbit akta jual beli (AJB) yang berisi bahwa korban menjual tanah dan bangunan miliknya kepada Van. Padahal, kata Dwiasi, korban tidak pernah menghadap notaris mana pun untuk menjual tanah dan bangunan tersebut.

    "Terhadap AJB itu juga, Van telah membalik nama menjadi atas namanya dan menjualnya kepada Hen," kata Dwiasi.

    Pada laporan pertama dengan tanah dan bangunan yang terletak di kawasan Pondok Indah ini polisi telah menetapkan lima tersangka. Tiga tersangka yang lebih dahulu ditangkap ialah AS, SS, dan DR.

    "Ketiganya kini menjalani putusan pidana dan berada di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang," ujar Dwiasi.
     

    Halaman Selanjutnya
    Polisi mengembangkan… …


    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id