• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 14 NOV 2018 - RP 51.052.810.215

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Syafruddin Instruksikan Utang Petambak tak Dibebankan ke Sjamsul Nursalim

Damar Iradat - 12 Juli 2018 14:26 wib
Mantan Deputi Aset Manajemen Kredit (AMK) Badan Penyehatan
Mantan Deputi Aset Manajemen Kredit (AMK) Badan Penyehatan Perbankankan Nasional (BPPN), Muhammad Syahrial (kanan) - MI/Sayuti.

Jakarta: Mantan Deputi Aset Manajemen Kredit (AMK) Badan Penyehatan Perbankankan Nasional (BPPN), Muhammad Syahrial menyebut, mantan Kepala BPPN Syafruddin Arsyad Temenggung menginstruksikan agar utang petambak tidak dibebankan kepada Sjamsul Nursalim selaku pemilik Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI). Utang para petambak itu dijamin oleh PT Dipasena Citra Darmadja (PT DCD) dan PT Wachyuni Mandiri (PT WM). 

Syahrial yang dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan perkara korupsi penerbitan surat keterangan lunas (SKL) bantuan likuiditas Bank Indonesia (BLBI) itu mengatakan, awalnya BPPN menggelar dua kali rapat soal penyelesaian utang petambak ke BDNI. 

"Ada dua kali rapat, tanggal 21 dan 29 Oktober 2003," kata Syahrial di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 12 Juli 2018. 

(Baca juga: Piutang BDNI ke Petambak Terindikasi Macet)

Sesuai notulen rapat, pada 21 Oktober 2003, Syafruddin selaku Kepala BPPN saat itu menegaskan, aset petambak tidak dibebankan pada perusahaan inti, PT DCD dan PT WM. Kedua perusahaan itu diketahui dimiliki oleh Sjamsul Nursalim selaku pemegang saham BDNI.

Syahruddin langsung menginstruksikan hal tersebut kepada Deputi Aset Manajemen Investasi (AMI). Namun, Syahrial mengaku tak mengetahui latar belakang instruksi tersebut.

"Saya tidak tahu yang melatar belakangi instruksi itu, karena AMI itu unit kerja yang berbeda," beber dia. 

Pada rapat kedua, 29 Oktober, Deputi AMI merespons instruksi tersebut. Menurut dia, saat itu AMI menjelaskan, Sjamsul Nursalim pernah memberikan disclosure, atau pengungkapan informasi keuangan. Dengan begitu, Sjamsul dianggap tidak melakukan misrepresentasi terkait utang petambak pada BDNI yang dijamin oleh PT DCD dan PT WM.

(Baca juga: Aset BDNI Ketahuan Bermasalah Belakangan)




(REN)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.