Eks Bos Pelindo II Diperiksa Sebagai Tersangka

    M Sholahadhin Azhar - 23 Januari 2020 11:30 WIB
    Eks Bos Pelindo II Diperiksa Sebagai Tersangka
    Eks Dirut PT Pelindo II RJ Lino. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar
    Jakarta: Eks Direktur Utama (Dirut) PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Richard Joost (RJ) Lino dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia diperiksa sebagai tersangka setelah kasissnya bertahun-tahun terombang-ambing .

    "Ini proses yang harus dihadapi. Ya saya akan hadapi itu. I know what I'm going," kata Lino sebelum memasuki Gedung KPK, Kamis, 23 Januari 2020.

    Tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan tiga unit quay container crane (QCC) di PT Pelindo II itu tak diperiksa sendirian. Bersama Lino, KPK memanggil Dirut PT Jayatech Putra Perkasa Paulus Kokok Parwoko.

    "Yang bersangkutan akan diperiksa untuk tersangka RJL (RJ Lino)," kata juru bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi.

    RJ Lino diduga menyalahgunakan wewenangnya untuk memperkaya diri sendiri, orang lain, dan atau korporasi saat menjadi dirut Pelindo II. Dia menunjuk langsung perusahaan asal Tiongkok, Wuxi Huadong Heavy Machinery, sebagai pelaksana proyek pengadaan QCC

    Dia disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

    Kasus ini ditangani KPK sejak Desember 2015. Namun, pengusutan kasus ini belum juga rampung. Penyidik bahkan belum menahan RJ Lino. Dia terakhir diperiksa pada 5 Februari 2016. 



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id