Tiga Pimpinan KPK Berpotensi Melanggar Etika Pemerintahan

    Arga sumantri - 21 November 2019 11:00 WIB
    Tiga Pimpinan KPK Berpotensi Melanggar Etika Pemerintahan
    Anggota Komisi III Arsul Sani/Medcom.id/Arga Sumantri
    Jakarta: Tiga pimpinan Lembaga Antirasuah terindikasi tidak tertib pemerintahan dalam upaya uji materi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Mahkamah Konstitusi (MK). Agus Rahardjo, Saut Situmorang, dan Laode M Syarif masih tercatat sebagai pimpinan lembaga negara.

    "Maka ada potensi ketidaktertiban dalam etika pemerintahan," kata Anggota Komisi III Arsul Sani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 21 November 2019. 

    Arsul menjelaskan pemerintah dan DPR merupakan pembentuk undang-undang. Keduanya berhak mengambil kebijakan terhadap kewenangan sebuah lembaga negara.

    "Sebagai pembentuk undang-undang kemudian mengurangi kewenangan sebuah lembaga atau memindahkan kewenangan dari satu lembaga ke lembaga lain terus diuji materi ke MK, ya kan lucu jadinya," ucap politikus PPP itu.

    Namun, kata Arsul, Komisi III menghormati pilihan tiga pimpinan KPK yang mengajukan uji materi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Arsul memahami langkah itu merupakan hak ketiga pimpinan Lembaga Antirasuah.

    "Karena memang tidak ada aturan yang melarang kalau pimpinan KPK ataupun pimpinan lembaga negara itu dilarang (uji materi)," ucap Wakil Ketua MPR itu. 

    Agus Rahardjo, Saut Situmorang, dan Laode M Syarif mengajukan judicial review UU KPK. Ketiga pimpinan bersama-sama Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi bakal jadi pemohon. Puluhan pengacara juga disiapkan mengawal proses itu.





    (OJE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id