• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Nama Riza Chalid Muncul di Sidang Lucas

Fachri Audhia Hafiez - 06 Desember 2018 20:05 wib
Suasana persidangan Lucas di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis
Suasana persidangan Lucas di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (6/12). Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Jakarta: Nama taipan Muhammad Riza Chalid muncul dalam sidang perkara merintangi penyidikan kasus suap Chairman PT Paramount Enterprise, Eddy Sindoro. Riza Chalid disebut sebagai salah satu kolega advokat Lucas yang menjadi terdakwa dalam perkara ini.

Hal tersebut diungkap Pegawai PT Gajendra Adhi Sakti, Dina Soraya saat bersaksi untuk Lucas. Dina mengatakan, Riza Chalid mengenal Lucas. Ia juga mengaku mengenal Lucas setelah dikenalkan oleh Riza. 

"Dikenalkan bos saya, Riza Chalid. Beliau pemilik perusahaan," kata Dina dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 6 Desember 2018.

Dina menyebutkan, PT Gajendra Adhi Sakti pernah berhubungan dengan AirAsia. menurutnya, Riza Chalid juga pernah menjabat sebagai komisaris maskapai penerbangan tersebut.

Tidak hanya itu, ia juga mengakui mengenal Duty Executive PT Indonesia AirAsia Yulia Shintawati. "Kenal, saya selalu minta red carpet di AirAsia," ucap Dina.

Sementara itu, Yulia dalam perkara ini diduga membantu upaya Eddy untuk terbang ke Bangkok tanpa diketahui petugas imigrasi Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Yulia menerima uang Rp20 juta dari Lucas, karena telah membantu upaya pelarian Eddy Sindoro.

Dalam dakwaan jaksa disebutkan, Lucas meminta bantuan Dina untuk menerbangkan kliennya, Eddy Sindoro, guna menghindari penyidikan KPK. Penerbangan dari Malaysia itu menggunakan maskapai AirAsia. Eddy akan diterbangkan langsung ke Bangkok setelah tiba di Jakarta tanpa diketahui petugas imigrasi.

Baca: Perkara Lucas Dilanjutkan

Dalam perkara ini, Lucas diduga membantu Eddy Sindoro yang sedang diburu ketika melarikan diri serta menyembunyikan mantan petinggi Lippo Group tersebut keluar nege‎ri. Terlebih, saat Eddy Sindoro akan ditangkap oleh pihak otoritas Malaysia.

Eddy Sindoro sendiri sempat dideportasi ke Indonesia oleh otoritas Malaysia. Namun, Lucas diduga justru membantu Eddy untuk keluar dari Indonesia lagi.

Lucas disangka melanggar Pasal 21 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.


(DMR)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.