MAGHRIB 17:47

    Untuk Jakarta dan sekitarnya

    IMSAK 04:26
    SUBUH 04:36
    DZUHUR 11:53
    ASHAR 15:14
    ISYA 19:00

    Download Jadwal Imsakiyah

    Irwandi Yusuf Divonis 7 Tahun Penjara

    Ilham Pratama Putra - 09 April 2019 05:15 WIB
    Irwandi Yusuf Divonis 7 Tahun Penjara
    Gubernur nonaktif Aceh Irwandi Yusuf/MI/Rommy Pujianto
    Jakarta: Gubernur nonaktif Aceh Irwandi Yusuf divonis tujuh tahun penjara dan denda Rp300 juta subsidair tiga bulan kurungan, serta dicabut hak politiknya selama tiga tahun. Irwandi dinilai terbukti bersalah menerima suap dan gratifikasi.

    "Telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi," kata Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta Saifuddin Zuhri, Senin, 8 April 2019. 
    Dalam pertimbangannya, hal-hal yang memberatkan putusan hakim yakni perbuatan Irwandi dinilai tidak mendukung pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Irwandi juga tidak mengakui perbuatan. Sementara, hal-hal yang merungankan hukuman yakni Irwandi dinilaibmemiliki peran penting dalam perdamaian di Aceh.

    Vonis ini sejatinya lebih ringan dari tuntutan Jaksa yakni hukuman 10 tahun penjara. Irwnadi sedianya juga dituntut membayar denda Rp500 juta subsider enam bulan kurungan. Jaksa juga menuntut hak politik Irwandi dicabut selama lima tahun.

    Sementara itu, hakim juga memvonis bersalah dua orang kepercayaan Irwandi, yakni Hendri Yuzal dan Teuku Syaiful Bahri. Hendri divonis empat tahun penjara dan denda Rp200 juta, sedangkan Teuku Syaiful Bahri divonis lima tahun penjara dan denda Rp300 juta.

    Lepas putusan dibacakan, Kuasa hukum Irwandi, Santrawan Paparang langsung mengajukan banding. "Kami akan melawan keputusan ini dengan melakukan banding. Tipikor ini jangan jadi momok untuk mencari keadilan," jata Santrawan.

    Irwandi terbukti menerima suap sejumlah Rp1 miliar dari Bupati Bener Meriah Ahmadi. Uang itu diberikan agar Irwandi menyetujui program pembangunan dari DOKA Tahun 2018.

    Ahmadi dan staf khusus Irwandi Hendri Yuzal kemudian sepakat soal komitmen fee atas program pembangunan itu. Ahmadi pun menyanggupi dan menyerahkan uang Rp1 miliar kepada Teuku Saiful Bahri dan Hendri Yuzal.

    Uang suap itu kemudian digunakan untuk membayar perjalanan umrah bersama istrinya, Steffy Burase. Uang itu juga digunakan untuk kegiatan Aceh Marathon yang digagas oleh Steffy.

    Selain perkara suap, Irwandi juga diyakini menerima gratifikasi sebesar Rp41,7 miliar selama menjabat Gubernur Aceh dari beberapa proyek yang dikerjakan pengusaha. Ia menjabat Gubernur Aceh dua kali, yakni pada periode 2007-2012 dan 2017-2022.

    Irwandi melanggar Pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

    Kemudian, melanggar Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id