Guru Penyebar Hoaks Surat Suara Ditangkap

Siti Yona Hukmana - 11 Januari 2019 15:51 wib
Tersangka hoaks surat tercoblos - Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Tersangka hoaks surat tercoblos - Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Jakarta: Polda Metro Jaya kembali menangkap penyebar hoaks surat suara tercoblos gambar Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Pelaku berinisial MIK, 38, ditangkap di Cilegon, Banten pada Minggu, 6 Januari 2019 sekitar 22.30 WIB. 

Pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu pertama kali menulis di media sosialnya terkait hoaks surat suara tercoblos. 

"Dia adalah seorang guru di daerah Cilegon sana. Dia mengaku membuat narasi kalimat postingan di akun itu dibuat sendiri dengan maksud memberitahukan kepada para tim pendukung paslon 02 tentang info tersebut," beber Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Jakarta Selatan, Jumat, 11 Januari 2019.

Kalimat itu kemudian diposting di akun twitter pribadinya @chiecille80. MIK juga me-mention Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak.

"@Dahnilanzar Harap ditindaklanjuti informasi berikut. Di Tanjung Priok ada 7 kontainer berisi 80 juta surat suara yang sudah dicoblos. Ayo padi merapat. Pasti dari Tiongkok tuh" tulis MIK.  

(Baca juga: Jejak Digital Pelaku Hoaks Surat Suara Ditelusuri)

Di bawah cuitan itu diselipkan capture chat WhatsApp bertuliskan: "Viralkan!!!! Info dari sumber yang layak dipercaya. Posisi paslon nomor 1 unggul hanya tinggal di 4 provinsi, Jateng-NTT-Bali dan Papua #2019gantipresiden". 

Serta "Info valid lagi. Sekarang di Tanjung Priok dah nongkrong 700 kontainer berisi 80 juta surat suara yang sudah dicoblos nomor 1, dijaga ketat aparat". 

"Kemudian setelah penyidik melakukan pemeriksaan tersangka tak bisa membuktikan ini capturenya dari mana. Kami tanya dari mana, dia tidak bisa membuktikan. Kata dia dari FB, tapi dia enggak tahu FB siapa," tutur Argo.

Terkait perbuatannya MIK sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. 
MIK disangka melanggar Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45a ayat 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Elektronik (ITE). Dengan pidana penjara paling lama enam tahun dan denda Rp1 miliar. 

"Kami kenakan juga ke Pasal 14 dan 15 UU RI Nomor 1 Tahun 2006 tentang Penyebaran Berita Bohong. Dengan pidana penjara paling singkat 2 tahun paling lama 10 tahun," pungkas Argo.

(Baca juga: Marak Hoaks Harus Dilawan dengan Kritis)




(REN)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.