comscore

KPK PD Menang Lawan Azis Syamsuddin di Persidangan

Candra Yuri Nuralam - 01 Februari 2022 15:26 WIB
KPK <i>PD</i> Menang Lawan Azis Syamsuddin di Persidangan
Plt juru bicara KPK, Ali Fikri. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yakin bakal memenangkan persidangan dugaan suap penanganan perkara di Lampung Tengah. Pleidoi yang dibacakan mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dalam kasus itu diyakini tidak akan membebaskannya.

"KPK sangat yakin, seluruh proses pembuktian melalui alat bukti yang dihadirkan di persidangan ini dapat memberikan keyakinan bagi Majelis Hakim mengenai perbuatan yang dilakukan terdakwa (Azis)," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri kepada Medcom.id, Selasa, 1 Februari 2022.
KPK percaya diri (PD) sudah membuktikan dugaan pemberian suap yang dilakukan Azis terhadap mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dalam persidangan. Hakim diyakini bakal bijak memberikan putusan dalam kasus tersebut.

KPK juga menilai Azis pantas mendapatkan hukuman penjara empat tahun dua bulan dalam kasus ini. Tuntutan jaksa dibuat berdasarkan fakta persidangan.

"Kami memastikan dalam setiap proses penanganan perkara selalu bekerja sesuai aturan dan koridor hukum yang berlaku," ujar Ali.

Sebelumnya, Azis Syamsuddin mengaku belajar banyak dari kasus dugaan suap penanganan perkara di Lampung Tengah yang menjeratnya. Dia berencana keluar dari dunia politik jika divonis bebas dalam kasus itu.
 
"Seandainya pada saat nanti jatuh vonis atau dilakukan suatu keputusan saya bebas, saya berkomitmen untuk tidak masuk ke dunia politik," kata Azis Syamsuddin saat membacakan pleidoi di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin, 31 Januari 2022.

Baca: Azis Syamsuddin Bakal Terima Putusan Hakim
 
Politikus Partai Golkar itu mengaku ingin memperbaiki diri jika bebas. Dia ingin kembali mengajar dan bekerja menjadi advokat.

Jaksa penuntut umum (JPU) pada KPK menuntut Azis Syamsuddin dengan empat tahun dan dua bulan penjara. Majelis hakim juga diminta menjatuhkan pidana denda Rp250 juta subsider enam bulan kurungan kepada Azis.
 
"Menjatuhkan pidana tambahan kepada terdakwa berupa pencabutan hak dipilih dalam pemilihan jabatan publik atau politis terhitung lima tahun terhitung sejak terdakwa selesai menjalani pidana pokoknya," ujar jaksa Lie Putra Setiawan saat membacakan tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin, 24 Januari 2022.
 
Azis diyakini terbukti menyuap mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dan advokat Maskur Husain. Dia diduga memberikan uang hingga Rp3,099 miliar dan USD36 ribu.

(JMS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id