Polisi Prarekonstruksi Penganiayaan M Kece

    Siti Yona Hukmana - 24 September 2021 16:11 WIB
    Polisi Prarekonstruksi Penganiayaan M Kece
    ilustrasi/medcom.id



    Jakarta: Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri menggelar prarekonstruksi kasus penganiayaan yang dilakukan Irjen Napoleon Bonaparte terhadap Muhammad Kosman alias M Kece di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. Reka adegan itu untuk menyesuaikan peristiwa yang terjadi dengan keterangan saksi. 

    "Hari ini dan besok (Sabtu, 25 September 2021) penyidik akan melaksanakan prarekon berdasarkan hasil konfrontir beberapa saksi kemarin," kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi kepada Medcom.id, Jumat, 24 September 2021. 

     



    Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan penyidik telah memeriksa 18 saksi dalam kasus itu. Pemeriksaan saksi guna membuat terang perkara. 

    "Sebanyak 18 saksi terdiri dari empat petugas jaga tahanan, dua dokter, dan 12 penghuni Rutan Bareskrim," ujar Rusdi saat dikonfirmasi terpisah. 

    Penganiayaan berawal saat Napoleon bersama tiga napi masuk ke kamar sel M Kece sekitar pukul 00.30 WIB. Salah satu tahanan merupakan mantan Laskar Panglima FPI, Maman Suryadi.

    Kemudian, Napoleon menyuruh salah satu tahanan mengambil plastik putih yang berisi kotoran manusia ke kamar selnya. Lalu, melumuri tinja itu ke wajah dan tubuh M Kece.

    Baca: Kompolnas Tak Benarkan Tindakan Napoleon Aniaya M Kece

    Setelah itu, Napoleon memukul M Kece. Penganiayaan terjadi sekitar satu jam hingga pukul 01.30 WIB. Setelah selesai, Napoleon dan tiga tahanan kembali ke sel.

    Penganiayaan diduga lantaran Napoleon tak terima M Kece menghina Islam. Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri itu geram keyakinannya diusik hingga melampiaskan emosinya.

    Napoleon ditahan karena terdakwa kasus suap dan penghapusan red notice buronan Djoko Tjandra. Dia masih menunggu hasil kasasi dari Mahkamah Agung (MA). Sedangkan, M Kece ditahan karena menjadi tersangka kasus penghinaan agama Islam.

    (NUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id