comscore

Terpopuler Nasional, Hukuman Edhy Prabowo Diperberat Hingga Pinjol Ditetapkan Haram

Juven Martua Sitompul - 12 November 2021 07:01 WIB
Terpopuler Nasional, Hukuman Edhy Prabowo Diperberat Hingga Pinjol Ditetapkan Haram
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (rompi oranye) dibawa petugas masuk gedung KPK. MI/Susanto
Jakarta: Sejumlah artikel menjadi yang terpopuler di Kanal Nasional Medcom.id. Berita yang banyak dicari pembaca, antara lain hukuman mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo diperberat, NasDem kawal Presiden Joko Widodo (Jokowi) habis-habisan, dan pinjaman online (pinjol) ditetapkan haram.

Berikut artikel terpopuler di Kanal Nasional Medcom.id pada Rabu, 10 November 2021:

1. Diperberat, Hukuman Edhy Prabowo Jadi 9 Tahun Penjara

Jakarta: Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperberat hukuman mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Edhy dijatuhi hukaman sembilan tahun penjara di tingkat banding.
 
"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa pidana penjara selama sembilan tahun dan denda Rp400 juta, dengan ketentuan apabila denda itu tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan enam bulan," kata Ketua Majelis Haryono dalam putusan banding yang dikutip Medcom.id, pada Kamis, 11 November 2021.
 
Putusan banding itu menguatkan hukuman pada tingkat pertama yang memvonis Edy dengan hukuman lima tahun penjara. Edhy dinilai secara sah menerima suap dalam ekspor benih lobster.

Terpopuler Nasional, Hukuman Edhy Prabowo Diperberat Hingga Pinjol Ditetapkan Haram
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo di gedung KPK, Jakarta Selatan, Kmais, 15 Juli 2021. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
Hukuman penjara Edhy diperberat karena tidak menerima putusan pada tingkat pertama. Dalam memori banding Edhy juga tidak ada dalih baru yang bisa meringankan hukuman.

Baca selengkapnya di sini

2. Sahroni: NasDem Kawal Jokowi Sampai Titik Darah Penghabisan

Partai NasDem berkomitmen mengawal pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga akhir masa jabatan. Hal itu dipegang teguh oleh partai.
 
"NasDem punya komitmen kepada pemerintah sampai akhir masa jabatan Presiden Joko Widodo. NasDem tetap kawal sampai titik darah penghabisan," kata Bendahara Umum DPP Partai NasDem Ahmad Sahroni di Kampus Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem, Jakarta Selatan, Kamis, 11 November 2021.

Terpopuler Nasional, Hukuman Edhy Prabowo Diperberat Hingga Pinjol Ditetapkan Haram
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni. Dok. Istimewa

Sahroni mengatakan komitmen itu dipegang teguh sejak Jokowi dilantik pada 20 Oktober 2019. Komitmen itu juga telah diinstruksikan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh kepada seluruh kader.

Baca selengkapnya di sini

3. MUI Tetapkan Pinjol Haram, Ini Alasannya

Ijtima Ulama Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetapkan pinjaman online (pinjol) haram. Alasannya, terdapat unsur riba, memberikan ancaman, dan membuka rahasia atau aib seseorang kepada rekan orang yang berutang.
 
"Layanan pinjaman baik offline maupun online yang mengandung riba, hukumnya haram, meskipun dilakukan atas dasar kerelaan," kata Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam Soleh dalam penutupan Ijtima Ulama Komisi Fatwa MUI di Jakarta, Kamis, 11 November 2021.
 
Dia menyebut pinjam meminjam atau utang piutang merupakan bentuk akad tabarru’ atau kebajikan atas dasar saling tolong menolong. Hal tersebut dianjurkan sejauh tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah.

Terpopuler Nasional, Hukuman Edhy Prabowo Diperberat Hingga Pinjol Ditetapkan Haram
Ilustrasi Medcom.id

Namun, hal tersebut haram jika penagihan piutang dilakukan dengan memberikan ancaman. Misalnya, seperti ancaman fisik atau membuka rahasia (aib) seseorang.

Baca selengkapnya di sini

Artikel di Kanal Nasional Medcom.id akan terus diperbarui. Klik di sini untuk mengetahui perkembangan informasinya.

(JMS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id