50 Bidan Promosikan Klinik Aborsi Ilegal

    Siti Yona Hukmana - 18 Februari 2020 10:44 WIB
    50 Bidan Promosikan Klinik Aborsi Ilegal
    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. Foto: Medcom/Siti Yona Hukmana
    Jakarta: Sebanyak 50 bidan diketahui ikut mempromosikan klinik aborsi ilegal di Jalan Paseban, Senen, Jakarta Pusat. Salah satu bidan berinisial RM sudah ditangkap.

    "Saat pasien datang berhubungan dengan bidan ini (RM) diantar ke klinik Paseban, klinik aborsi ilegal," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 18 Februari 2020.

    Yusri menyebut para bidan mempromosikan tempat aborsi di Paseban menggunakan nama klinik masing-masing di media sosial. RM misalnya, menggunakan nama klinik Amora dalam promosinya.

    "Nama klinik Amora beralamat di Jalan Raden Saleh Raya, Jakarta Pusat," ujarnya. 

    Melalui situs, pelaku mempromosikan kalau klinik bisa melakukan aborsi dengan dokter spesialis. Iklan juga menuliskan klinik memiliki tempat yang bagus, steril, dan harganya terjangkau.

    Yusri menambahkan para bidan ini dibantu sekitar 100 calo untuk promosi klinik aborsi ilegal itu. Namun, belum dijelaskan apakah para calo ini juga berprofesi sebagai tenaga medis atau warga biasa.

    Pasien yang ingin menggugurkan kandungan bisa bertemu dengan calo lebih dulu di tempat yang disepakati. Setelahnya, diantar bertemu bidan dan dibawa ke klinik aborsi di Paseban. 

    "Bidan itu sendiri yang mengantar ke sana (klinik ilegal Paseban). Itu yang dilakukan oleh para sindikat ini," papar Yusri.

    50 Bidan Promosikan Klinik Aborsi Ilegal
    Tersangka praktik aborsi ilegal. Foto: Medcom/Siti Yona Hukmana

    Subdirekotrat Sumber Daya Lingkungan (Sumdaling) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya mengungkap klinik aborsi ilegal di Jakarta Pusat, Senin, 10 Februari 2020. Tiga tersangka ditangkap.
     
    Ketiganya ialah seorang dokter berinisial MM alias dokter A, bidan berinisial RM dan tenaga administrasi berinisial SI. Ketiga tersangka merupakan residivis dan kini telah ditahan di rumah tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya.
     
    Mereka dijerat Pasal 83 Juncto Pasal 64 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan dan atau Pasal 75 ayat (1), Pasal 76, Pasal 77, Pasal 78 Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran dan atau Pasal 194 Jo Pasal 75 ayat (2) Undang -Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Juncto Pasal 55, 56 KUHP. Dengan ancaman hukuman di atas 10 tahun penjara.



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id