Maria Pauline Jadi Tersangka Pencucian Uang

    Siti Yona Hukmana - 10 Juli 2020 17:53 WIB
    Maria Pauline Jadi Tersangka Pencucian Uang
    Tersangka pembobol BNI Maria Pauline Lumowa (kedua dari kiri) dihadirkan dalam konferensi pers di Bareskrim, Jakarta, 10 Juli 2020. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
    Jakarta: Kepolisian menambah jeratan pasal terhadap tersangka pembobol Bank Negara Indonesia (BNI) Maria Pauline Lumowa (MPL). Warga negara Belanda itu dijadikan tersangka pencucian uang.

    Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri mengenakan Pasal 3 Ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 25 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terhadap Maria. Aset-aset Maria bakal ditelusuri.

    "Untuk MPL ancaman hukumannya seumur hidup, saat ini masih berlaku," kata Kepala Bareskrim Komisaris Jenderal (Komjen) Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 10 Juli 2020. 

    Menurut dia, Korps Bhayangkara tengah menggali informasi dari sejumlah saksi terkait aset Maria. Aparat telah menyita barang bergerak dan tidak bergerak serta melelang aset Rp132 miliar diduga dari hasil kejahatan Maria. 

    "Ini tentunya akan kita dalami terkait sisa pencairan pembobolan bank," ujar Listyo.

    Baca: Alasan Serbia Ekstradisi Maria Pauline Versi Polisi

    Maria salah satu tersangka pembobol Bank BNI melalui L/C fiktif pada 2003. Negara dirugikan Rp1,7 triliun atas perbuatannya.

    Setelah 17 tahun buron, Maria menghadapi proses hukum atas dugaan pelanggaran Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah UU Nomor 20 Tahun 2001. Dia terancam hukuman maksimal seumur hidup.

    (OGI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id