Eks Dirut PTPN III Dituntut 6 Tahun Penjara

    Fachri Audhia Hafiez - 13 Mei 2020 15:52 WIB
    Eks Dirut PTPN III Dituntut 6 Tahun Penjara
    Mantan Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III) Dolly Pulungan. MI/Adam Dwi
    Jakarta: Mantan Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III Dolly Parlagutan Pulungan dituntut hukuman enam tahun penjara. Dolly juga diminta membayar denda sebesar Rp300 juta subsider enam bulan kurungan.

    "Menuntut supaya majelis hakim yang mengadili perkara ini memutuskan, menyatakan terdakwa Dolly Parlagutan Pulungan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," kata jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Zaenal Abidin dalam sidang virtual, Rabu, 13 Mei 2020.

    Dolly bersama Direktur Pemasaran PTPN III I Kadek Kertha Laksana diyakini terbukti menerima suap SGD345 atau setara Rp3,55 miliar terkait distribusi gula kristal putih. Fulus tersebut berasal dari Direktur Utama PT Fajar Mulia Transindo sekaligus penasihat PT Citra Gemini Mulia Pieko Nyotosetiadi.

    Suap dilakukan agar Dolly dan Kadek memberikan long term contract (LTC) kepada Pieko atas pembelian gula kristal putih yang diproduksi petani gula, dan PTPN di seluruh Indonesia. Distribusi gula sejatinya diakomodasi melalui PT PN III holding perkebunan.

    LTC merupakan kontrak jangka panjang yang mewajibkan konsumen membeli gula ke PTPN III dengan ikatan perjanjian. Harga ditentukan penjual setiap bulan. Hal ini guna mencegah permainan dari pembeli yang hanya membeli gula saat harga murah.

    Baca: Taipan Didakwa Menyuap Dirut PTPN III Rp3,5 Miliar

    Tuntutan tersebut mempertimbangkan sejumlah hal yang memberatkan dan meringankan hukuman. Hal-hal yang memberatkan yakni perbuatan terdakwa tidak mendukung upaya pemerintah dan masyarakat yang sedang giat-giatnya memberantas tindak pidana korupsi.

    Perbuatan Dolly juga dinilai telah mencederai tatanan pengelolaan perusahaan yang baik atau good corporate governance. Utamanya pada badan usaha milik negara (BUMN).

    "Sedangkan hal-hal yang meringankan, terdakwa berlaku sopan di depan persidangan, belum pernah dihukum, merasa bersalah dan menyesali perbuatannya," ujar jaksa Zaenal.

    Dolly diyakini terbukti melanggar Pasal 12 huruf b Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id