KPK Berencana Bentuk Biro Pengamanan

    Juven Martua Sitompul - 31 Januari 2019 09:20 WIB
    KPK Berencana Bentuk Biro Pengamanan
    Lambang KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto.
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana membentuk biro pengamanan untuk melindungi pegawai, data, termasuk informasi. Wacana ini bahkan telah disampaikan KPK dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi III di Gedung DPR RI kemarin.

    "Sudah kita kaji dan rasa-rasanya mungkin nanti akan kita tentukan sejauh mana kemungkinan-kemungkinan untuk membentuk biro baru, setingkat eselon dua itu kan," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis, 31 Januari 2019 malam.

    Menurut dia, rencana pembentukan biro pengamanan ini telah dikaji di internal KPK. Salah satu faktor yang mendorong agar biro pengamanan segera dibentuk ialah adanya teror terhadap dua pimpinan KPK, Agus Rahardjo dan Laode M Syarif.

    Teror kepada sejumlah pegawai KPK juga jadi pertimbangan. Teror paling parah teror menyasar penyidik senior Novel Baswedan sehingga harus menjalani perawatan intensif lantaran kedua matanya rusak akibat disiram air keras oleh orang tak dikenal pada April 2017.

    Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK sejatinya sudah menentukan struktur organisasi Lembaga Antikorupsi. Namun, Alexander menilai persoalan pengamanan terhadap pegawai KPK seharusnya ditangani oleh suatu biro yang setingkat dengan direktorat.

    "Kalau kita melihat dari sisi urgensinya, rasa-rasanya untuk pengamanan kalau hanya setingkat kepala bagian kita masih kurang cukup. Kami ingin meningkatkan setingkat direktorat," ujar dia.

    Baca: Wajah Peneror Pimpinan KPK Masih Berbayang

    Alexander pun menjelaskan alasan pengamanan harus ditangani tingkat direktorat. Dia mengatakan biro yang dibentuk nantinya tidak hanya bertanggung jawab pada keamanan pegawai melainkan juga melindungi data dan informasi penting KPK, terutama terkait penanganan suatu perkara.

    "Tidak hanya mengamankan personel tapi juga mengamankan informasi, teman-teman tahulah informasi KPK itu ada yang bocor keluar, itu juga yang menjadi perhatian pimpinan," pungkas dia.






    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id