comscore

4 Tersangka Investasi Alkes Bodong Segera Diadili

Siti Yona Hukmana - 22 Juni 2022 10:16 WIB
4 Tersangka Investasi Alkes Bodong Segera Diadili
Ilustrasi. Medcom.id
Jakarta: Sebanyak empat tersangka investasi bodong suntik modal (sunmod) alat kesehatan (alkes) segera disidang. Berkas perkara empat tersangka kasus ini telah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

"Tindak Pidana Asal (TPA) sudah P21 (berkas perkara lengkap)," kata Kasubdit V Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri Kombes Ma'mun kepada Medcom.id, Rabu, 22 Juni 2022.
Ma'mun mengatakan telah melimpahkan berkas perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU). Namun, berkas itu dikembalikan untuk dilengkapi. 

Ma'mun tak menyebut waktu pengembalian berkas itu. Dia mengaku telah melengkapi dan dilimpahkan kembali ke JPU pada Selasa, 21 Juni 2022.

"TPPU-nya baru dikirim lagi (kemarin) setelah dipenuhi petunjuk JPU," ungkap Ma'mun.

Baca: Polisi: Korban Investasi Alkes Bodong Bisa Jadi Tersangka

Kasus ini terjadi pada 2000-2021. Korban diiming-iming keuntungan hingga 30 persen dalam kurun waktu 1-4 minggu. Para pelaku meyakini korban dengan surat perintah kerja (SPK) palsu dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Para investor masih mendapat keuntungan per Jumat, 3 Desember 2021. Namun, per Minggu, 5 Desember 2021 para korban tak lagi menerima keuntungan sesuai perjanjian awal. 

Para pelaku diduga membawa kabur uang ribuan korban yang disebut-sebut mencapai Rp1,3 triliun. Namun, polisi baru menerima keterangan 283 korban dengan total kerugian Rp503 miliar.

Ada empat tersangka yang ditahan, yakni VAK, 21; BS, 32; DR, 27; dan DA, 26. Para tersangka dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara; Pasal 372 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 56 KUHP tentang Tindak Pidana Penggelapan, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara; Pasal 46 ayat (1) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, dengan ancaman hukuman enam tahun penjara. 

Kemudian, Pasal 105 dan/atau Pasal 106 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara; dan Pasal 3 dan/atau Pasal 4 dan/atau Pasal 5 dan/atau Pasal 6 Jo Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id