KPAI Desak Polisi Bongkar Eksploitasi Anak Dalam Demo

    Antara - 16 Oktober 2020 06:53 WIB
    KPAI Desak Polisi Bongkar Eksploitasi Anak Dalam Demo
    Sebanyak 296 pelajar ditangkap di Jakarta Utara (Jakut) karena hendak ikut mendemo Istana Merdeka, Kamis, 8 Oktober 2020. Foto: Medcom.id/Yurike Budiman
    Jakarta: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta polisi memburu orang dewasa yang terindikasi mengeksploitasi anak dalam demonstrasi menolak Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker). Pengeksploitasi anak harus diproses secara hukum.

    "Hal ini penting untuk menjawab dugaan terdapat eksploitasi anak dalam aksi demonstrasi tersebut," kata Komisioner Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak KPAI Jasra Putra dalam jumpa pers secara virtual, Kamis, 15 Oktober 2020.

    Jasra juga meminta masyarakat dan orang tua melaporkan kepada aparat dan unit layanan terdekat bila menemukan anak yang dieksploitasi untuk berunjuk rasa. Pelibatan anak dalam kerusuhan sosial dan peristiwa yang mengandung kekerasan dapat membahayakan nyawa anak.

    Menurut dia, KPAI sudah mengawasi pelibatan anak dalam demonstrasi menolak omnibus law di berbagai daerah. Dalam pengawasan KPAI, ada ribuan anak yang terlibat dan ditangkap aparat penegak hukum, termasuk diproses di kepolisian.

    "Pelibatan anak dalam demonstrasi ini cukup masif dengan berbagai modus dan model. Sebagian anak terlibat melalui ajakan di media sosial dengan narasi-narasi yang dapat memancing emosi anak untuk ikut aksi demonstrasi," tutur dia.

    KPAI telah menggelar rapat koordinasi dengan berbagai pihak. Mereka yang dilibatkan yakni Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Badan Reserse Kriminal Markas Besar Polri, Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Kesehatan, Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama, Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Forum Anak Nasional, dan Komisi Perlindungan Anak Daerah.

    Baca: Antisipasi Demo, Jalan Menuju Istana Merdeka Ditutup

    Rapat koordinasi menyepakati sejumlah hal terkait pencegahan, penanganan, dan pelindungan anak yang terlibat demonstrasi. Ketua KPAI Susanto mengatakan setiap anak berhak menyampaikan pendapat, tetapi harus aman, nyaman, dan tidak berisiko terhadap keselamatannya.

    "Kami menyayangkan pihak-pihak yang permisif, apalagi diduga menggerakkan anak-anak untuk berdemonstrasi karena demonstrasi adalah mekanisme yang kurang aman bagi anak," kata Susanto.

    (OGI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id