Novanto dan Anas Urbaningrum Ogah Jadi Agen Antikorupsi

    Candra Yuri Nuralam - 31 Maret 2021 10:44 WIB
    Novanto dan Anas Urbaningrum Ogah Jadi Agen Antikorupsi
    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK memberikan penyuluhan antikorupsi kepada narapidana korupsi. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam



    Bandung: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar penyuluhan antikorupsi kepada narapidana kasus rasuah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung Jawa Barat. Mantan Ketua DPR Setya Novanto dan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menolak ikut penyuluhan.

    "Jadi, yang lain itu (Novanto dan Anas) tidak ada keterangan bahwa yang bersangkutan dapat bekerja sama, sehingga tidak ikut dalam kegiatan ini," kata Direktur Jenderal Pemasyarakatan Reynhard Silitonga di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Rabu, 31 Maret 2021.






    Dia mengungkapkan seluruh warga binaan kasus korupsi telah diberitahu untuk mengikuti penyuluhan sejak beberapa hari lalu. Mereka telah dijelaskan perihal tugas mereka dalam kerja sama dengan KPK ke depan.

    Reynhard mengaku pihaknya tidak bisa memaksa narapidana ikut agenda KPK itu. Sebab, hal itu hak masing-masing orang.

    (Baca: Jurus KPK Doktrin Antikorupsi ke Koruptor)

    "Yang sekarang dilakukan penyuluhan ini adalah warga binaan yang dapat keterangan dapat bekerja sama, inilah dia yang sekarang ini," ujar Reynhard.

    Pihaknya ogah memusingkan penolakan Novanto dan Anas. Reynhard menyebut masih banyak narapidana korupsi yang mau bekerja sama dengan KPK dalam program antikorupsi.

    "Harapan kita bersama agar warga binaan setelah keluar dapat kembali ke masyarakat dan bisa berperan serta dalam pembangunan bangsa, pembangunan yang ada di sekitarnya dan dia juga dapat kembali hidup yang layak di masyarakat," tutur Reynhard.

    Sebelumnya, KPK menyambangi Lapas Sukamiskin. Lembaga Antikorupsi datang untuk memberikan edukasi kepada para narapidana kasus korupsi yang sudah mendapatkan asimilasi.

    Mereka bakal dilibatkan dalam program antikorupsi KPK. Narapidana diajak lantaran pencegahan korupsi perlu bantuan semua pihak.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id