4 Penerima Kekayaan Kasus ASABRI Berstatus Terpidana

    Antara - 29 Agustus 2021 03:15 WIB
    4 Penerima Kekayaan Kasus ASABRI Berstatus Terpidana
    Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Supardi. Antara/Laily Rahmawaty



    Jakarta: Sebanyak empat dari 15 penerima kekayaan dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan dana PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI) Persero berstatus terpidana perkara lain. Mereka ialah Edward Seky Soeryadjaja, Bety Halim, Lim Angie Christina, dan Rennier Abdul Rahman Latif.

    Direktur Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung Supardi menegaskan status terpidana keempat orang tersebut tidak akan menghalangi proses penyidikan kasus ASABRI.

     



    "Ya tidak, malah gampang orangnya tidak lari, kalau dia itu memang statusnya jadi tersangka di perkara baru, misalnya," ungkap Supardi saat dikonfirmasi, Sabtu, 28 Agustus 2021.

    Jaksa penuntut umum (JPU) pada Kejaksaan Agung memaparkan delapan terdakwa dan orang-orang yang terafiliasi dengan mereka dalam perkara dugaan korupsi pengelolaan dana PT ASABRI. Delapan terdakwa dalam perkara ini, yaitu Direktur Utama (Dirut) PT ASABRI 2016-2020, Sonny Widjaja, Dirut PT ASABRI 2012-2016 Adam Rachmat Damiri, Dikretur Investasi dan Keuangan PT ASABRI 2014-2019 Hari Setianto, dan Direktur Investasi dan Keuangan PT ASABRI 2012-2014 Bachtiar Effendi.

    Kemudian, Dirut PT Eureka Prima Jakarta Tbk (LCGP) Lukman Purnomosidi, Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relation Jimmy Sutopo, Dirut PT Hanson International Tbk. Benny Tjokrosaputro, dan Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat.

    Sedangkan satu orang meninggal dunia saat tahap penyidikan, yaitu Ilham Wardhana Bilang Siregar selaku Kepala Divisi Investasi PT ASABRI periode 2012-2016. Ilham meninggal pada 31 Juli 2021.

    Sementara itu, enam orang lainnya belum dijadikan tersangka oleh penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) Kejaksaan Agung. Yakni, Danny Boestami, Gustipar Pinayungan, Edward Seky Soeryadjaja, Bety Halim, Lim Angie Christina, serta Rennier Abdul Rahman Latief.

    Sebanyak empat dari enam nama ini berstatus terpidana dalam perkara lain, yakni Bety Halim dalam korupsi Dana Pensiun PT Pertamina, Edward Seky Soeryadjaya terkait korupsi Dana Pensiun PT Pertamina, Rennier Abdul Rahman Latief terlibat korupsi Dana Reksa, dan Lim Angie Christie Halim terlibat kasus penipuan terkait investasi bodong Millenium Dinamika Investama (MDI).

    Menurut Supardi, status terpidana tersebut memudahkan penyidik untuk melakukan pendalaman. "Sudah diekseskusi, makanya mereka posisinya di dalam penjara, kami pendalaman betul," kata Supardi.

    Supardi menjelaskan tindak pidana yang dilakukan keempat orang tersebut kemungkinan dilakukan secara beriringan dalam perkara ASABRI yang terjadi kurun waktu 2012-2019.

    Sebelumnya, penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung menambah tersangka baru dalam perkara yang merugikan keuangan negara sebesar Rp22,78 triliun. Tersangka yang dimaksud adalah Teddy Tjokrosaputro, Presiden Direktur PT Rimo Internasional Lestari Tbk.

    Baca: Adik Benny Tjokro Jadi Tersangka Baru Korupsi Asabri

    Teddy merupakan adik dari Benny Tjokro yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus ASABRI. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung RI Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan Teddy diduga melakukan korupsi bersama-sama dengan Benny.

    Teddy disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

    Teddy juga disangkakan melanggar Pasal 4 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id