BEM Nusantara Minta Polemik Alih Status Pegawai KPK Jadi ASN Dihentikan

    Achmad Zulfikar Fazli - 04 Juni 2021 17:23 WIB
    BEM Nusantara Minta Polemik Alih Status Pegawai KPK Jadi ASN Dihentikan
    Koordinator BEM Nusantara Pulau Jawa Ahmad Marzuki Tukan. Dok. Istimewa



    Jakarta: Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Pulau Jawa mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap bekerja independen dalam memberantas korupsi di Tanah Air. Mahasiswa diajak untuk mengawal kerja Lembaga Antirasuah.

    “Kita mendorong agar isu-isu yang terkait KPK segera berakhir dan KPK bisa menjalankan fungsi sebagai lembaga independensi untuk pemberantasan korupsi,” ujar Koordinator BEM Nusantara Pulau Jawa Ahmad Marzuki Tukan di depan Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat, 4 Juni 2021.

     



    Mereka mendorong KPK kembali fokus pada penanganan kasus korupsi. Polemik alih statu pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara (ASN) harus segera diakhiri.

    “Kami lebih mendorong agar KPK kembali menjalankan tugas-tugasnya, nah kalau memang KPK itu dengan isu-isu seperti ini yang berkembang di media maupun gerakan-gerakan KPK seakan-akan tidak fokus menjalankan korupsi tapi lebih fokus di politik internalnya,” ucapnya.

    Menurut dia, polemik tes wawasan kebangsaan (TWK) yang menyeruak ke publik seharusnya diselesaikan di internal KPK. Pihak yang merasa tidak puas dengan hasil tes itu sebaiknya menempuh jalur hukum.

    “Seharusnya KPK itu kembali pada jalurnya, persoalan TWK dan lain-lain itu bisa diselesaikan secara internal toh kalaupun memang 51 pegawai itu tidak lolos bisa menempuh jalur hukum berdasarkan konstitusi negara kita,” jelasnya.

    Baca: Firli Bantah Buat Lis Pegawai KPK untuk Disingkirkan

    Ahmad menyerukan agar mahasiswa tidak ikut terprovokasi dengan isu alih status pegawai KPK menjadi ASN. Mahasiswa harus jeli melihat problem yang ada di KPK.

    "Artinya apa sih tes kebangsaan ini, kalau yang kita lihat isu yang dimainkan beberapa oknum ini kan seakan-akan menyudutkan kinerja KPK, artinya apa yang menyudutkan KPK ini bukan di tes TWK tapi politiknya ini yang melemahkan KPK,” ujar dia.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id