MAKI Bakal Serahkan Bukti Dugaan Korupsi Jaksa Pinangki ke Komjak

    Siti Yona Hukmana - 11 Agustus 2020 10:11 WIB
    MAKI Bakal Serahkan Bukti Dugaan Korupsi Jaksa Pinangki ke Komjak
    Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman. Medcom.id/Cindy
    Jakarta: Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman bakal menyerahkan dokumen terkait dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan jaksa Pinangki Sirna Malasari. Dokumen bakal diserahkan ke Komisi Kejaksaan (Komjak).

    "Iya nanti siang pukul 13.00 WIB, kami akan ke Komisi Kejaksaan menyerahkan dokumen terkait dugaan pelanggaran etik dan dugaan tindak pidana korupsi jaksa Pinangki," kata Boyamin saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2020.

    Boyamin mengaku pihaknya merekomendasikan Komjak memecat dengan tidak hormat jaksa Pinangki. Ini lantaran jaksa Pinangki diduga menerima uang atau janji dari narapidana kasus korupsi hak tagih Bank Bali Djoko Soegiarto Tjandra.

    "Juga perlu rekomendasi Komjak kepada Presiden (Joko Widodo) untuk menegur Jaksa Agung (ST Burhanuddin) yang terkesan lamban memproses jaksa Pinangki," ujar Boyamin.

    Kasus dugaan gratifikasi jaksa Pinangki telah naik ke tahap penyidikan. Penyidik Kejaksaan Agung menilai ada tindak pidana korupsi dalam kasus yang melibatkan jaksa Pinangki.

    (Baca: Dugaan Gratifikasi Jaksa Pinangki Naik ke Tahap Penyidikan)

    Namun, penyidik belum menemukan bukti penerimaan hadiah atau janji dari Djoko Tjandra kepada jaksa Pinangki. Kejaksaan Agung sedianya memeriksa dua saksi kunci, Senin, 10 Agustus 2020.

    Kedua saksi dari pihak swasta, Rahmat dan Irfan, tak hadir pemeriksaan. Penyidik akan mengagendakan ulang pemeriksaan tersebut.

    Jaksa Pinangki dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan. Dia terbukti melakukan perjalanan keluar negeri sebanyak sembilan kali tanpa izin atasan.

    Jaksa Pinangki diduga bertemu dengan Djoko Tjandra di Malaysia pada 12 November 2019 dan 25 November 2019. Dia berangkat ke Negeri Jiran bersama kuasa hukum Djoko, Anita Kolopaking.

    (REN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id