Ini Motif Tawaran Kerja di BUMN untuk Pegawai KPK

    Candra Yuri Nuralam - 15 September 2021 03:36 WIB
    Ini Motif Tawaran Kerja di BUMN untuk Pegawai KPK
    Ilustrasi/Medcom.id/Candra



    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merekomendasikan pekerjaan di perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ke pegawai yang gagal tes wawasan kebangsaan (TWK). Rekomendasi itu baru diberikan setelah ada permintaan dari pegawai.

    Sekretaris Jenderal KPK Cahya Harefa mengatakan langkah penyaluran pekerja ke perusahaan BUMN itu direncanakan sejak lama. Para pegawai yang disalurkan bakal jadi agen antikorupsi di instansi lain nantinya.

     



    Baca: KPK Mengakui Tawarkan Pegawainya Bekerja di BUMN

    "Penyaluran kerja bagi pegawai KPK tersebut sebetulnya juga sesuai dengan program KPK yang telah lama dicanangkan, yaitu untuk menempatkan insan KPK sebagai agen-agen antikorupsi di berbagai instansi dan lembaga," kata Cahya melalui keterangan tertulis, Rabu, 15 September 2021.

    Cahya meminta masyarakat tidak berburuk sangka. KPK menegaskan tidak mau mendepak pegawainya. Langkah itu diyakini baik karena bisa memberantas korupsi dari dalam instansi BUMN.

    "Karena penyaluran kerja ini tentu memberikan manfaat langsung bagi pegawai yang bersangkutan, institusi kerja yang baru, juga bagi KPK sendiri untuk memperluas dan memperkuat simpul antikorupsi di berbagai institusi," ujar Cahya.

    Dia menjelaskan proses penyaluran pegawai ini tidak sepenuhnya berdasar rekomendasi KPK. Perusahaan yang tertarik dengan pegawai KPK tetap melakukan tes sebelum bergabung.

    "Untuk dapat bekerja di instansi tujuan, sepenuhnya akan mengikuti mekanisme dan standar rekrutmen yang ditetapkan oleh instansi tersebut," tutur Cahya.

    Sejumlah pegawai KPK yang gagal dalam TWK dikabarkan mendapat tawaran kerja di perusahaan BUMN. Tawaran kerja itu dengan catatan mereka harus mengundurkan diri dari KPK.

    "Beberapa kawan-kawan dihubungi oleh insan KPK yang diyakini dengan pengetahuan pimpinan KPK diminta untuk menandatangani dua lembar surat. Yaitu permohonan pengunduran diri dan permohonan agar disalurkan ke BUMN," kata Penyidik nonaktif KPK Novel Baswedan melalui keterangan tertulis, Selasa, 14 September 2021.

    Novel enggan memerinci lebih jauh nama orang yang menawarkan posisi di BUMN. Namun, dia menilai permasalahan gagal dalam TWK bukan sekadar mempertahankan pekerjaan biasa.

    "Bagi kami itu adalah suatu penghinaan," ujar Novel.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id