Suap Perpajakan, Kuasa Pajak PT Jhonlin Baratama Diduga Terlibat

    Candra Yuri Nuralam - 17 September 2021 06:13 WIB
    Suap Perpajakan, Kuasa Pajak PT Jhonlin Baratama Diduga Terlibat
    Plt juru bicara KPK Ali Fikri/Medcom.id/Candra.



    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa dua pihak swasta Riskiana Novi Andriani dan Sugiyono. Keduanya dipanggil untuk mendalami kasus dugaan suap perpajakan.

    Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK bidang penindakan Ali Fikri mengatakan penyidik meminta keterangan terkait informasi permainan penghitungan pajak. Permainan itu diduga dilakukan tersangka sekaligus kuasa pajak PT Jhonlin Baratama Agus Susetyo.

     



    "Didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan peran tersangka AS (Agus Susetyo) yang diduga melakukan penghitungan nilai jumlah pajak yang tidak sesuai dengan penghitungan pajak sebenarnya sebagaimana aturan perpajakan," kata Ali melalui keterangan tertulis, Kamis, 16 September 2021.

    Baca: Penahanan Eks Pejabat Ditjen Pajak Diperpanjang

    Ali enggan memerinci lebih jauh pertanyaan penyidik untuk menjaga kerahasian proses penyidikan. Sebelumnya, mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan pada Direktorat Jenderal Pajak Angin Prayitno Aji ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan lima orang lainnya.

    Keempat tersangka ialah mantan Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan pada Dirjen Pajak Dadan Ramdani; dan dua orang konsultan pajak dari PT GMP, Ryan Ahmad Ronas, dan Aulia Imran Maghribi.

    Lalu, KPK juga menetapkan dua kuasa wajib pajak PT BPI Veronika Lindawati, dan kuasa pajak PT JB Agus Susetyo sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Keenam itu diduga kongkalikong memanipulasi pajak untuk mendapatkan keuntungan sendiri.

    Angin diduga menyalahgunakan kewenangannya bersama dengan Dadan untuk mengakomodir jumlah kewajiban pajak sesuai dengan keinginan wajib pajak. Kedua orang itu kongkalikong melakukan pemeriksaan pajak yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

    Angin dan Dadan disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

    Ryan, Aulia, Veronika dan Agus disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun di 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id