Berkas Perkara 2 Penimbun Azithromycin Dilimpahkan ke Kejaksaan

    Siti Yona Hukmana - 20 Agustus 2021 08:08 WIB
    Berkas Perkara 2 Penimbun Azithromycin Dilimpahkan ke Kejaksaan
    ilustrasi/medcom.id



    Jakarta: Penyidik Reserse Kriminal Khusus (Krimsus) Polres Metro Jakarta Barat, merampungkan berkas perkara Direktur Utama PT ASA, YP dan Komisaris Utama PT ASA, S. Berkas dua tersangka kasus penimbunan Azithromycin itu dilimpahkan ke Kejaksaan.

    "Sudah dilimpahkan ke jaksa Kamis lalu (12 Agustus 2021)," kata Kanit Krimsus Polres Metro Jakarta Barat AKP Fahmi Fiandri kepada Medcom.id, Jumat, 20 Agustus 2021. 

     



    Fahmi mengatakan berkas perkara itu terbagi menjadi dua. Saat ini berkas sedang diteliti jaksa.

    Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, menggerebek gudang dalam sebuah ruko di Jalan Peta Barat Ruko Peta Barat Indah III Blok C Nomor 8, Kalideres, Jakarta Barat, Senin malam, 12 Juli 2021. Gudang milik PT ASA diduga dijadikan tempat penimbunan obat penanganan covid-19, Azithromycin, serta obat lainnya, seperti Paracetamol dan Dexamethason.

    Penimbunan obat dilakukan sejak Senin, 5 Juli 2021. Setiap permintaan barang, PT ASA mengaku tidak memiliki stok. PT ASA mengeluarkan obat ketika terjadi kelangkaan. 

    Baca: Berkaca Sidak Jokowi, Puskesra: Obat Covid-19 Jangan Dimonopoli

    PT ASA menjual obat penanganan pasien covid-19 itu di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Kementerian Kesehatan. HET Azithromycin 500 mg Rp1.700 per tablet. Namun, PT ASA menjual Rp3.350 per tablet.

    Polisi menyita 730 boks Azithromycin 500 miligram (mg). Dalam satu boks berisi 20 tablet. Obat itu dapat mengobati 3.000 pasien covid-19.

    Polisi menetapkan YP dan S sebagai tersangka dalam kasus penimbunan obat terapi covid-19. Keduanya telah ditahan di Polres Metro Jakarta Barat. 

    Kedua tersangka dijerat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular. Dengan ancaman lima tahun penjara.

    (NUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id