Romahurmuziy Bantah Dapat Pelicin Menginap di Hotel Mewah

    Kautsar Widya Prabowo - 13 November 2019 22:44 WIB
    Romahurmuziy Bantah Dapat Pelicin Menginap di Hotel Mewah
    Tersangka kasus dugaan suap seleksi pengisian jabatan di Kementerian Agama Romahurmuziy. Foto: Medcom.id/ Kautsar WP
    Jakarta: Eks Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy membantah telah dibiayai hotel mewah saat berkunjung ke Surabaya pada 14 hingga 15 Maret 2019. Romy mengaku menanggung sendiri semua biaya tersebut.

    "Dibayar oleh staf saya di DPR," ujar Romy dalam sidang pemeriksaan saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 13 November 2019.

    Namun, Romy tidak mengingat secara pasti identitas staf yang membiyaai hotel tersebut. "Saya belum tahu, siapa yang bayar yang mulia," tutur Romy.

    Sementara itu, Hakim Fahzal Hendri meminta semua bantahan yang telah dilontarkan dapat dihadirkan sidang pemeriksaan saksi berikutnya. Lantaran dapat membantu meringankan putusan akhir.

    "Nanti barangkali bisa diajukan oleh saudara ajukan sebagai sanksi meringankan?," kata Fahzal.

    Sebelumnya, eks Kasubag Humas Kanwil Kemenag Jawa Timur Markus mengatakan Romy sempat dijamu di hotel mewah saat berkunjung ke Surabaya pada 14 sampai 15 Maret 2019 oleh terpidana kasus jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Haris Hasanuddin. 

    Markus menyebut informasi akomodasi Romy baru diketahui dari stafnya Mufli yang menceritakannya saat mendapat surat panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

    "Mufli menyampaikan kepada saya (Markus) ketika itu yang memesan kamar dan membayar kamar saudara Rommy dengan total Rp12 juta. Saudara Mufli mengatakan rencananya akan menganti uang tersebut adalah saudara Muafaq," ujar Markus saat diperiksa sebagai saksi.

    Dalam kasus ini, Romy didakwa menerima suap Rp325 juta dari Haris Hasanuddin, dan dari Muafaq Wirahadi sebesar Rp91,4 juta. Perbuatan itu bertentangan dengan posisinya sebagai anggota DPR periode 2014-2019 atau selaku penyelenggara negara.

    Suap diterima Romy secara bertahap dari Januari-Maret 2019. Perbuatan rasuah ini diduga dilakukan bersama-sama dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam pengangkatan jabatan Haris sebagai kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur.

    Romy didakwa melanggar Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.



    (SCI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id