Penyiraman Air Keras di Jakbar Disebut Keisengan Remaja

    Candra Yuri Nuralam - 13 November 2019 07:26 WIB
    Penyiraman Air Keras di Jakbar Disebut Keisengan Remaja
    Ilustrasi kekerasan . Foto: Medcom.id
    Jakarta: Penyiraman air keras terjadi beberapa waktu terakhir di Jakarta Barat. Dua siswi SMP dan seorang pedagang sayur menjadi korban. 

    Kriminolog dari Universitas Indonesia Chazizah Gusnita menduga penyiraman air keras lantaran iseng. Dia menyebut hal ini bisa dilakukan para remaja sebagai uji nyali buat mendapatkan pamor di antara teman-teman. 

    "Remaja yang diduga secara psikologisnya masih belum matang layaknya orang dewasa bisa melakukan kenakalan-kenakalan berujung tindak pidana atas dasar keisengan," kata Chazizah kepada Medcom.id, Rabu, 13 November 2019.

    Chazizah mengatakan motif iseng dengan tindakan kekerasan ini biasa dilakukan para remaja agar bisa masuk ke dalam kelompok tertentu. Keisengan itu merupakan 'mahar' buat masuk menjadi anggota geng kekerasan tertentu. 

    Dia menyebut tindakan penyiraman air keras ini bisa menyebar ke 'kelompok' lain bila tidak terungkap. Apalagi berita penyiraman air keras sudah tersebar luas. 

    "Di luar sana banyak calon-calon pelaku yang bisa meniru situasi yang memicu pidana seperti ini," kata dia. 

    Chazizah mengatakan perlu peran serta masyarakat buat menyudahi teror ini. Kepekaan masyarakat pada hal sekitar merupakan salah satu hal yang bisa membuat nyali pelaku kejahatan ciut.

    "Sebenarnya dibutuhkan model-model pencegahan masyarakat. CCTV di jalanan atau aplikasi panic button yang terhubung langsung ke polisi dan lainnya harus dioptimalkan oleh masyarakat," ucap dia. 
     

    Polisi Masih Melakukan Penyelidikan 

    Kepolisian masih melakukan pendalaman terkait kasus ini. Beberapa bukti di lapangan, keterangan saksi, dan korban menjadi salah satu alat bantu polisi menjawab pelaku penyiraman air keras. 

    "Kita masih terus melakukan penyelidikan ya," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Edy Suranta Sitepu saat dikonfirmasi, Selasa, 12 November 2019.

    Kapolsek Kembangan Ajun Komisaris Polisi (AKP) Fahrul Sudiana mengatakan pihaknya masih terus mengumpulkan bukti. Masyarakat diminta bersabar. 

    Dua siswi SMP, A dan P disiram air keras oleh orang tak di kenal di Jalan Raya Kebon Jeruk Raya, Jakarta Barat, Selasa, 5 November 2019.  Tiga hari kemudian seorang pedagang sayur keliling, Enah, 60, disiram air keras oleh orang tidak dikenal di Meruya, Kembangan, Jakarta Barat.




    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id