KPK Ultimatum Wagub Lampung

    Fachri Audhia Hafiez - 26 November 2019 05:28 WIB
    KPK Ultimatum Wagub Lampung
    Juru bicara KPK Febri Diansyah. ANT/Reno Esnir.
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengultimatum Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Chusnunia Chalim untuk memenuhi panggilan penyidik. Pemeriksaan ulang Chusnunia dijadwalkan pada Rabu, 26 November 2019.

    "Kami ingatkan agar saksi memenuhi panggilan penyidik sebagai kewajiban hukum dan memberikan keterangan secara benar," kata juru bicara KPK Febri Diansyah, Jakarta, Senin, 25 November 2019.

    Chusnunia sempat dipanggil pada Rabu, 20 November 2019, namun mangkir. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu sedianya diperiksa sebagai saksi dugaan korupsi proyek di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

    "Chusnunia Halim bakal diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Komisaris PT Sharleen Jaya JECO Group Hong Arta," ujar Febri.

    Artha diduga telah memberikan uang kepada sejumlah pihak terkait proyek di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Uang senilai diberikan Rp10,6 miliar kepada Kepala BPJN IX Maluku dan Maluku Utara Amran Hi Mustary senilai Rp10,6 miliar pada 2015.

    Mantan anggota DPR RI 2014-2019 dari Fraksi PDIP Damayanti Wisnu Putranti turut menerima fulus sebesar Rp1 miliar. Dalam perkara ini Amran telah berstatus terpidana dan divonis enam tahun penjara. Sedangkan Damayanti 4,5 tahun bui.

    Hong Artha disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.



    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id