Tim Teknis Kasus Novel Memulai Rapat Perdana

    Ilham Pratama Putra - 06 Agustus 2019 19:47 WIB
    Tim Teknis Kasus Novel Memulai Rapat Perdana
    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra
    Jakarta: Tim Teknis pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK) Novel Baswedan menggelar rapat di Bareskrim Mabes Polri. Rapat ini merupakan yang pertama sejak berjalannya masa tugas Tim Teknis pada 1 Agustus 2019.

    "Iya rapat untuk memulai tugas, ke Mabes Polri ya. Rapat awal saja tadi. Rapat pertama," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 6 Agustus 2019.

    Selain Argo, tampak pula Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Muhammad Iqbal. Namun mereka tak membeberkan secara gamblang materi yang dibahas dalam rapat tersebut.

    Dalam rapat tersebut, turut hadir Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Suyudi; Kasubdit I Cyber Ditreskrimsus AKBP Roberto Pasaribu; Kasubdit Jatanras AKBP Jerry Siagian; Direktur Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Herry Heryawan, dan AKBP Dedy Murkti. 

    Novel diserang orang tak dikenal, Selasa, 11 April 2017, usai salat Subuh di Masjid Al-Ihsan di dekat rumahnya, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dua tahun lebih pascateror, polisi belum juga mengungkap sosok pelaku.
     
    Kapolri Jenderal Tito Karnavian kemudian membentuk TPF untuk mengungkap kasus ini Selasa, 8 Januari 2019. Pembentukan tim ini adalah rekomendasi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).
     
    Setelah enam bulan bertugas, TPF menduga teror terhadap Novel bermotifkan balas dendam. Kasus korupsi kasus yang ditangani Novel diduga menciptakan dendam akibat adanya dugaan penggunaan kewenangan secara berlebihan.

    Baca: ICW Heran Kapolri Tak Mematuhi Presiden
     
    Teror ini kemungkinan besar bisa lakukan oleh pelaku seorang diri, atau dengan memerintahkan orang lain. Penyerangan diduga berkaitan dengan enam kasus yang ditangani Novel di KPK.

    TPF mencurigai tiga orang yang diduga kuat berkaitan dengan teror terhadap Novel. Mereka sempat berada sekitar rumah Novel sebelum penyerangan.
     
    Satu orang tak dikenal (OTK) mendatangi rumah Novel, Jalan Deposito T8, RT 03/RW 10, Kelapa Gading, Pegangsaan Dua, Jakarta Utara, pada Rabu, 5 April 2017. Dua OTK lainnya terlihat di Masjid Al-Ihsan, Senin, 10 April 2017.



    (DMR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id