Polisi Segera Periksa 8 Tersangka Kebakaran Kejagung

    Siti Yona Hukmana - 24 Oktober 2020 06:54 WIB
    Polisi Segera Periksa 8 Tersangka Kebakaran Kejagung
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Kepolisian menetapkan delapan orang tersangka kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung). Kedelapan tersangka itu segera diperiksa penyidik.

    "Akan kami persiapkan untuk pemanggilan," kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu, 24 Oktober 2020.

    Kedelapan tersangka itu adalah Direktur Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), NH; dan Direktur PT ARM, R. Kemudian, lima tukang, T; H; S; K; IS; dan mandor, UAN.

    Penyidik perlu memeriksa kedelapan tersangka. Keterangannya akan dituangkan ke dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

    "Kita bisa melengkapi berkas dan melakukan penyerahan berkas perkara ke jaksa penuntut umum (JPU)," ujar jenderal bintang satu itu.

    Baca: Titik Api Kebakaran Kejagung Dicari Menggunakan Satelit

    Sambo mengatakan proses penyelidikan hingga penyidikan melibatkan penyidik gabungan dari Dittipidum Bareskrim Polri, Krimum Polda Metro Jaya, dan Polres Metro Jakarta Selatan. Penyidik gabungan itu telah memeriksa 131 orang saksi.

    Sebanyak 64 saksi merupakan saksi kunci. Yakni orang yang melihat, mendengar, dan mengetahui peristiwa kebakaran di Kejagung. Mereka meliputi petugas kebersihan, tukang, hingga pegawai Kejagung.

    "Ada 10 saksi ahli kita periksa untuk memperkuat analisis pendapat dari penyidik," ungkap Ferdy.

    Hasil penyidikan diketahui titik api berasal dari lantai 6 di Ruang Biro Kepegawaian. Sumber api dari bara rokok yang mengakibatkan terjadinya open flame atau api menyala terbuka.

    Polisi memastikan rokok itu milik kelima tukang yang bekerja di lantai 6. Mandor turut menjadi tersangka karena lalai dalam mengawasi para tukang.

    Sementara itu, pejabat Kejagung NH lalai dalam penyediaan minyak pembersih merek Top Cleaner. NH tidak mengecek terlebih dahulu kandungan dari minyak pembersih tersebut sebelum digunakan petugas kebersihan.

    Dampaknya, minyak yang mengandung fraksi solar itu memicu api menjalar cepat ke seluruh Gedung Utama Kejagung. Kebakaran itu menimbulkan kerugian hingga Rp1,2 triliun.

    Sementara itu, R menjadi tersangka karena memberikan barang yang tidak memiliki izin edar kepada Kejagung. Ahli kesehatan menyebut ada pelarangan penggunaan bahan berbahaya terhadap semua gedung.

    Kedelapan tersangka dikenakan Pasal 188 KUHP juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. Mereka terancam hukuman hingga lima tahun penjara.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id