Kombes Pandra, Tangani Kasus Penusukan Ali Jaber hingga Penangkapan 23 Teroris

    Siti Yona Hukmana - 08 April 2021 17:55 WIB
    Kombes Pandra, Tangani Kasus Penusukan Ali Jaber hingga Penangkapan 23 Teroris
    Kombes Zahwani Pandra Arsyad/Lampost.co



    Jakarta: Sosok Kombes Zahwani Pandra Arsyad mencuri perhatian. Dia yang mengemban gelar Abang Jakarta pada 1991, kini menjadi anggota polisi dan menangani sejumlah kasus yang menjadi perhatian di Indonesia.

    Kombes Pandra menjabat sebagai Kabid Humas Polda Lampung. Sebelumnya, dia bertugas sebagai Kapolres Kepulauan Meranti, Riau. 






    "Saya bertugas di Lampung ini sudah dua tahun," kata Pandra kepada Medcom.id, Kamis, 8 April 2021. 

    Selama menjadi Kabid Humas Polda Lampung, Pandra mengaku telah menangani sejumlah kasus. Salah satunya, penusukan Syekh Ali Jaber di Lampung pada Minggu, 13 September 2020 sore. 

    Penusukan itu dilakukan pria berinisial AA. Mulanya, pelaku disebut mengalami gangguan jiwa. Hal itu tidak terbukti setelah menjalani pemeriksaan mental. 

    "Kasus Syekh Ali Jaber ditusuk, mulai dari pemberitaan kita meng-counter media, meng-counter opini. Dia tersangka tidak gila, diproses persidangan sampai diputuskan oleh hakim," ujar Pandra. 

    Pelaku menjalani sidang di Pengadilan Negeri Tanjung Karang. Penusuk pendakwah Syekh Ali Jaber divonis empat tahun penjara. 

    Kasus lain yang ditangani yakni penangkapan 23 teroris. Puluhan teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) itu ditangkap Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri di kawasan Lampung pada Desember 2020. 

    "Ini keberhasilan Polri, khususnya Densus 88 yang telah mengungkap, karena dua tersangka teroris itu adalah yang paling dicari-cari oleh Federal Bureau of Investigation (FBI)," ujar Pandra. 

    Kedua orang itu ialah Taufik Bulaga alias Upik Lawang, yang merupakan ahli pembuat senjata api dan perakit bom. Lalu, Zulkarnain alias Arif Sunarso yang merupakan panglima Askari dari kelompok JI. 

    "Kedua itu adalah aktor intelektual bom Bali 1 dari Jamaah Islamiyah," ucap Pandra.  

    Pandra mengatakan tugasnya sangat berhubungan erat dengan masyarakat. Dia lah yang memberikan informasi kepada media untuk disebarkan ke masyarakat. 

    "Bagaimana kita memberikan informasi kepada masyarakat, bahwa masyarakat harus betul-betul waspada tentang bahaya daripada aksi teorisme," katanya. 

    Selain itu, Pandra juga andil dalam keberhasilan pemilihan kepala daerah (Pilkada) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) di Lampung pada 2019. Lalu, pandemi covid-19 pada 2020 hingga saat ini. Polda Lampung mengawasi berita-berita hoaks terkait virus korona.

    Pandra meniti karir sebagai anggota Polri sejak 1996. Ia mengikuti tes Polri melalui jalur sekolah perwira, yang dulunya lebih dikenal dengan sebutan Wamil. Sebelumnya, Pandra telah bergelar sarjana hukum lulusan Universitas Pancasila, Jakarta pada 1995. 

    Mantan Abang Jakarta perwakilan Jakarta Timur itu menoreh sejumlah prestasi selama menjadi anggota polisi. Suami Fitriani itu mendapat beasiswa Polri pendidikan S2 di Universitas Indonesia pada 1998-2000.

    Usai lulus S2, Pandra dipercaya memegang tugas di Direktorat Ekonomi Khusus, Mabes Polri. Pria kelahiran Semarang, 30 Mei 1970 itu mendapat kesempatan menimba ilmu di FBI, Amerika Serikat pada 2001.

    Pandra mendalami ilmu reserse, intelijen, dan terorisme di FBI. Mabes Polri kembali memberikan kesempatan kepada Pandra untuk belajar ilmu ekonomi di Hong Kong pada 2004. 

    Perwira itu juga pernah menjadi ajudan Kapolri Jenderal Sutanto dari 2005-2008. Lalu, Pandra lulus Sespim pada 2009. 

    Kemudian, Pandra ditugaskan di Polda Riau sebagai kasubdin IV Bidang Keamanan dan Intelijen pada 2010. Dia juga dipercaya sebagai komandan Polisi Pariwisata di jajaran Polda Riau.

    Ayah tiga anak itu sempat menjabat Kapolres Kepulauan Meranti, Riau pada 17 Agustus 2013. Polres Kepulauan Meranti merupakan Polres termuda di Riau, setelah wilayah itu pisah dari kabupaten induknya, Bengkalis.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id