Aktivis Robertus Robet Tidak Ditahan

    Eko Nordiansyah - 07 Maret 2019 11:48 WIB
    Aktivis Robertus Robet Tidak Ditahan
    Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo - Medcom.id/Ilham Pratama Putra.
    Jakarta: Polisi akan memulangkan tersangka penghinaan terhadap TNI Robertus Robet. Pemulangan terhadap aktivis itu setelah proses pemeriksaan selesai. 

    "Selesai pemeriksaan sebagai tersangka, nanti dipulangkan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan di Jakarta, Kamis, 7 Maret 2019.

    Dedi menyebut Robet tidak ditahan lantaran ancaman hukuman yang disangkakan padanya di bawah dua tahun penjara. Meski begitu, pihak kepolisian masih menunggu hasil penyidikan. 

    Robet ditangkap penyidik Direktorat Pidana Siber Mabes Polri pada Kamis, 7 Maret 2019, sekitar pukul 00.30 WIB. Robet ditangkap karena orasinya saat aksi Kamisan, di depan Istana Negara, Jakarta, yang diduga menghina penguasa atau badan umum, kamis pekan lalu. 

    Atas perbuatannya, Robet disangka melanggar Pasal 45 ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) Undang-undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 11 tahun 2009 tentang ITE dan atau/ Pasal 14 ayat (2) jo Pasal 15 Undang-undang Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 207 KUHP.  

    Diketahui, video orasi Robet yang diduga menghina TNI tersebar di media sosial. Dalam video tersebut, ia menyanyikan mars ABRI dengan mengubah lirik.

    (Baca juga: Penangkapan Robertus Robet Dinilai Langgar Demokrasi)

    Namun, Robet segera mengklarifikasi dan meminta maaf usai video itu viral di media sosial. Berikut klarifikasi dan permintaan maaf Robet dalam video yang beredar:

    Saya Robertus Robet, belakangan ini beredar sebuah video saya di media sosial, saya menerima banyak reaksi dan keberatan. Oleh karena itu, saya ingin menyampaikan beberapa klarifikasi:

    Pertama, lagu dalam orasi tersebut bukan lagu saya juga bukan saya yang membuat. Melainkan sebuah lagu yang populer saat gerakan mahasiswa di Tahun 1998.

    Kedua, asal usul lagu tersebut sebenarnya juga sudah saya jelaskan dalam pengantar saya dalam orasi tersebut. Namun, sayangnya tidak ada dalam rekaman video tersebut.

    Ketiga, lagu itu dimaksudkan sebagai kritik saya terhadap ABRI di masa lampau, bukan terhadap TNI di masa kini. Sekali lagi saya ulangi lagu itu dimaksudkan kritik saya terhadap ABRI di masa lampau bukan di TNI di masa kini, apalagi dimaksudkan menghina profesi organisasi institusi TNI.

    Sebagai dosen saya sungguh tahu persis upaya-upaya reformasi yang sudah dilakukan TNI dan dalam banyak hal. Saya justru memuji dan memberikan apresiasi upaya-upaya reformasi yang dilakukan TNI yang lebih maju dibandingkan yang lainnya.

    Demikianlah penjelasan saya, semoga dengan penjelasan saya ini saya bisa menjernihkan berbagai macam reaksi. Namun apabila ada yang menganggap itu suatu kesalahan yang menimbulkan kesalahpahaman saya mohon maaf.

    (Baca juga: Robertus Robet Tersangka Penghinaan Terhadap TNI)





    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id