comscore

Hakim Tolak Permohonan Justice Collaborator Terdakwa Kasus Jasindo

Fachri Audhia Hafiez - 18 Januari 2022 16:57 WIB
Hakim Tolak Permohonan <i>Justice Collaborator</i> Terdakwa Kasus Jasindo
Sidang kasus vonis pemilik PT Ayodya Multi Sarana (AMS), Kiagus Emil Fahmy Cornain, dalam kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jasindo. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Jakarta: Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menolak permohonan justice collaborator pemilik PT Ayodya Multi Sarana (AMS), Kiagus Emil Fahmy Cornain. Dia merupakan terdakwa kasus rasuah kegiatan fiktif agen PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo).

"Majelis tidak mengabulkan permohonan tim penasihat hukum untuk menjadikan terdakwa sebagai justice collaborator," kata Ketua Majelis Hakim Fahzal Hendri di Pengadilan Tipikor, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 18 Januari 2022.

 



Hakim menilai Kiagus tidak memenuhi persyaratan sebagai justice collaborator sesuai Surat Edaran Mahkamah Agung (MA) Nomor 04 Tahun 2011. Beleid itu mengatur tata cara penetapan saksi pelaku yang bekerja sama dengan penegak hukum.

Kiagus dinilai tidak mengakui perbuatannya dan menyangkal keterangan saksi. Keterangan saksi tersebut sejatinya telah terungkap saat persidangan.

"Bahwa, tindak pidana ini dilakukan oleh terdakwa dalam merealisasikan pemberian fee kepada Budi Tjahjono selaku direktur pemasaran korporasi PT Asuransi Jasindo yang bertentangan dengan ketentuan yang berlaku," ujar Fahzal.

Pada perkara ini Kiagus divonis pidana empat tahun penjara dan denda Rp200 juta. Kiagus bakal dikurung satu bulan bui bila tak mampu membayar.

Kiagus juga dijatuhkan pidana tambahan berupa uang pengganti sebesar Rp1.330.668.513,27. Tetapi, Kiagus telah membayar uang pengganti tersebut.

"Diperhitungkan dengan uang yang telah dititipkan terdakwa ke rekening KPK sebesar Rp1.330.678.513,27 dan kelebihan uang yang dititipkan oleh terdakwa kembalikan kepada terdakwa," ujar Fahzal.

Kiagus terbukti merugikan negara hingga Rp8,469 miliar. Perbuatan itu dilakukan bersama-sama dengan Direktur Pemasaran PT Asuransi Jasindo periode 2008-2011 sekaligus Direktur Utama PT Asuransi Jasindo 2011-2016, Budi Tjahjono.

Perbuatan korupsi keduanya yakni merekayasa kegiatan agen dan melakukan pembayaran komisi terhadap kegiatan agen asuransi fiktif atas nama, KM Iman Tauhid Khan, pada Asuransi Jasindo dalam penutupan asuransi aset dan kontruksi pada BP Migas-KKKS 2010-2012.

Kiagus yang juga orang kepercayaan mantan Kepala BP Migas, Raden Priyono, disebut memperkaya diri sebesar Rp1.330.668.513,27 dari perbuatan itu. Sedangkan, Budi Tjahjono memperkaya diri sebanyak Rp6 miliar.

Kiagus terbukti melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

Baca: Pemilik PT AMS Divonis 4 Tahun Penjara di Kasus Jasindo
 

(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id