comscore

Atasan Briptu Hasbudi Diduga Tahu Bisnis Tambang Emas Ilegal

Siti Yona Hukmana - 13 Mei 2022 21:18 WIB
Atasan Briptu Hasbudi Diduga Tahu Bisnis Tambang Emas Ilegal
Ilustrasi. Medcom.id
Jakarta: Pengamat Kepolisian Bambang Rukminto menduga atasan Briptu Hasbudi, 29 mengetahui kegiatan penambangan emas ilegal yang dilakukan anggota Polairud Polres Tarakan itu. Sebab, bisnis haram itu sudah berlangsung lama. 

"Jadi tak mungkin atasannya tidak tahu. Apalagi proses menjalankan bisnis tersebut tentunya juga butuh waktu yang tak sebentar, " kata Bambang kepada Medcom.id, Jumat, 13 Mei 2022. 
Menurut Bambang, bisnis anggota polisi itu tentunya tidak dibangun dalam semalam. Melainkan, bertahun-tahun dan layaknya sebuah usaha pasti ada modal, investor, maupun pasar dari hasil usaha tersebut. 

Dia mendesak Polda Kalimantan Utara (Kaltara) menuntaskan kasus tersebut. Utamanya, membongkar pihak lain yang juga terlibat. 

"Apakah Briptu HSB (Hasbudi) tersebut aktor tunggal? Apalagi ini menyangkut bisnis yang ilegal atau jangan-jangan Briptu ini hanya sekadar operator lapangan saja. Makanya semua harus dibuka secara tuntas, " ucap Bambang.

Baca: Briptu Hasbudi Disebut Tak Berniat Mengabdi pada Negara

Bambang menekankan anggota polisi dilarang berbisnis. Hal itu tercantum dalam Pasal 5 Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia. Kebijakan itu diberlakukan agar tidak ada konflik kepentingan dengan kewenangan yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. 

Namun, ada saja oknum polisi yang melanggar aturan tersebut. Menurut Bambang, pelanggaran hukum itu terjadi karena memang sudah niat sejak masuk menjadi anggota Korps Bhayangkara untuk mendapatkan keuntungan-keuntungan pribadi, terutama motif ekonomi. 

"Hal itu ditunjang dengan pengawasan yang lemah dari atasannya, yang terkadang juga ikut nitip "saham" dalam bisnis itu, " tutur Bambang. 

Briptu Hasbudi diciduk atas perkara menjalankan bisnis tambang emas ilegal di Desa Sekatak Buji, Kecamatan, Kabupaten Bulungan, Kaltara. Bos tambang tersebut diringkus saat berusaha menghilangkan barang bukti atas perkara yang menjeratnya.

Briptu Hasbudi ditangkap di Bandara Tarakan pukul 12.15 WITA pada Kamis, 5 Mei 2022. Pelaku diamankan saat berusaha melarikan diri bersama tersangka lainnya, Muliadi alias Adi. 

Briptu Hasbudi telah ditahan di Polda Kaltara guna penyelidikan lebih lanjut. Dia dijerat Pasal 158 jo Pasal 160 Undang-Undang (UU) Nomor 3 Tahun 2020 tentang perubahan UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara.

Kini Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) tengah menelusuri aliran dana Briptu Hasbudi. Aliran dana itu ditelusuri dengan melacak pihak-pihak yang diduga menerima uang haram tersebut. 

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id