comscore

Azis Syamsuddin Disebut Jadi Inisiator Suap Penanganan Perkara di KPK

Candra Yuri Nuralam - 20 Desember 2021 12:54 WIB
Azis Syamsuddin Disebut Jadi Inisiator Suap Penanganan Perkara di KPK
Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin (batik merah di depan). Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
Jakarta: Advokat Maskur Husain dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan dugaan suap penanganan perkara di Lampung Tengah. Maskur menyebut mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin yang menjadi inisiator suap untuk penanganan perkara yang diusut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.

Keterangan ini diketahui dari poin 49 berita acara pemeriksaan (BAP) terhadap Maskur yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) KPK Lie Putra Setiawan. Maskur mengaku bukan inisiator suap tersebut.
"Yang aktif meminta bantuan pertama kali untuk mengurus perkara M Azis Syamsuddin terkait Lampung Tengah adalah saudara M Azis Syamsuddin sendiri," kata Lie saat membacakan BAP Maskur di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Jakarta Pusat, Senin, 20 Desember 2021.

Azis meminta bantuan mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju untuk menangani perkara di Lampung Tengah saat itu. Robin kemudian meminta bantuan Maskur. Maskur membantah dirinya dan Robin memaksa Azis.

Baca: 'Borok' Azis Syamsuddin dan Gaung Netizen Melucuti Slogan Presisi Polri

"Dapat saya jelaskan bahwa saya dan Stepanus Robin Pattuju tidak melakukan pemerasan dan penipuan kepada Muhammad Azis Syamsuddin terkait pengurusan perkara M Azis Syamsuddin," ujar Lie membacakan BAP Maskur.

Jaksa sempat menanyakan kebenaran dari BAP tersebut. Maskur menegaskan BAP itu benar. Dia mengetahui hal itu dari Robin.

"Bahwa seluruh keterangan yang disampaikan saya dalam BAP itu adalah keterangan yang diungkap dan diucap oleh Robin itu sendiri sehingga saya hanya mengutip apa yang dia katakan," tutur Maskur.

Maskur bahkan menolak mengubah keterangan di persidangan. Dia menegaskan keterangannya terkait Azis yang memulai suap di kasus ini memang benar terjadi.

"Saya tetap pada keterangan (itu) karena itu adalah seluruh informasi yang disampaikan Robin kepada saya," ucap Maskur.

Azis didakwa menyuap mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju sebesar Rp3,09 miliar dan USD36 ribu. Azis memberikan uang itu agar Robin membantu pengurusan perkara dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait pengurusan dana alokasi khusus (DAK) Lampung Tengah tahun anggaran 2017.

"Terdakwa (Azis) telah memberikan uang secara bertahap yang seluruhnya berjumlah Rp3.099.887.000 dan USD36.000," kata JPU pada KPK Lie Putra Setiawan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin, 6 Desember 2021.

Pada dakwaan pertama, Azis disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Pada dakwaan kedua, Azis diduga melanggar Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(OGI)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id