Polisi Periksa Ahli Kesehatan Terkait Aborsi Ilegal

    Siti Yona Hukmana - 21 Februari 2020 08:53 WIB
    Polisi Periksa Ahli Kesehatan Terkait Aborsi Ilegal
    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. Foto: Medcom.id/Yurike Budiman
    Jakarta: Polisi terus menyelidiki kasus praktik aborsi ilegal di Jalan Paseban Raya, Senen, Jakarta Pusat. Sejumlah saksi ahli diperiksa. 

    "Ada beberapa saksi, termasuk juga saksi ahli seperti saksi ahli pidana, ahli kesehatan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada Medcom.id, Jumat, 21 Februari 2020. 

    Polisi juga tengah mencari keberadaan dokter A dan 50 bidan yang terlibat dalam praktik ilegal ini. Polisi kesulitan menangkap tersangka karena minim informasi. 

    "Biasa lah kalau kayak begini pasti ngumpet semua, tiarap," tutur Yusri. 

    Polisi Periksa Ahli Kesehatan Terkait Aborsi Ilegal
    Klinik aborsi ilegal. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana 

    Subdit Sumber Daya Lingkungan (Sumdaling) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya mengungkap klinik aborsi ilegal Senin, 10 Februari 2020. Tiga tersangka ditangkap. 

    Ketiganya, dokter berinisial MM; bidan berinisial RM; dan tenaga administrasi berinisial SI. Ketiga tersangka merupakan residivis dan telah ditahan di rumah tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya.

    Mereka dijerat Pasal 83 Juncto Pasal 64 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan dan atau Pasal 75 ayat (1), Pasal 76, Pasal 77, Pasal 78 Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran dan atau Pasal 194 Jo Pasal 75 ayat (2) Undnag-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Juncto Pasal 55, 56 KUHP. Dengan ancaman hukuman di atas 10 tahun penjara.



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id