Kejagung Periksa Tiga Eks Pejabat OJK Terkait Jiwasraya

    Siti Yona Hukmana - 12 Mei 2020 07:47 WIB
    Kejagung Periksa Tiga Eks Pejabat OJK Terkait Jiwasraya
    Gedung Kejaksan Agung RI, Jalan Sultan Hasanudin, Jakarta. MI/Pius Erlangga
    Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa tiga mantan pejabat otoritas jasa keuangan (OJK) terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Pemeriksaan itu untuk pembuktian berkas perkara tersangka Direktur Utama PT Maxima Integra, Joko Hartono Tirto.

    "Tiga mantan penjabat OJK kita periksa, ditambah satu lagi dari bank yang terafiliasi dalam proses jual beli saham dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Hari Setiyono di Jakarta, Senin, 11 Mei 2020.

    Tiga mantan pejabat OJK itu ialah eks Kepala Eksekutif Pasar Modal pada OJK, Nurhaida; eks Kepala Eksekutif Industri Keuangan Non Bank pada OJK, Firdaus Djaelani; dan eks Kepala Eksekutif Pengawasan Pasar Modal OJK, Hoesen MM. Serta, saksi dari pihak bank yaitu Kepala Kantor Kas Permata Kuningan PT Bank China Construction Indonesia Diah Puspita Ningrum.

    Pemeriksaan keempat saksi dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan virus korona (covid-19). Yakni dengan memperhatikan jarak aman antara saksi dengan penyidik yang sudah menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

    Baca: Tersangka Kasus Jiwasraya Segera Disidang

    Kejagung menetapkan enam tersangka dalam kasus dugaan korupsi di Jiwasraya. Mereka ialah Komisaris PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro; Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk, Heru Hidayat; Hendrisman Rahim; mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya, Syahmirwan; mantan Direktur Keuangan Asuransi Jiwasraya, Hary Prasetyo; dan Joko Hartono Tirto.

    Berkas perkara lima tersangka, terkecuali Joko telah dinyatakan lengkap oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Kelima tersangka itu segera diadili.

    Keenam tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b serta Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Teranyar, Benny dan Heru ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU).



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id