DPR: Pelibatan TNI di Penanganan Terorisme Harus Melalui UU

    Siti Yona Hukmana - 23 September 2020 04:55 WIB
    DPR: Pelibatan TNI di Penanganan Terorisme Harus Melalui UU
    Ilustrasi: Medcom.id
    Jakarta: Ketua Komisi 1 DPR Meutya Hafid mengatakan TNI perlu dilibatkan dalam mengatasi terorisme. Namun, pelibatan TNI dinilai tidak boleh asal-asalan.

    "Tentunya kami juga berpendapat bahwa keterlibatan TNI dalam penanggulangan aksi terorisme sekali lagi harus melalui mekanisme aturan perundang-undangan yang berlaku," kata Meutya dalam Webinar Ikatan Alumni Universitas Pertahanan (Unhan) bertema Operasi Militer Selain Perang TNI: Kontra Terorisme dalam Perspektif Keamanan Nasional, Selasa, 22 September 2020. 

    Menurut Politikus Partai Golkar ini, pelibatan TNI melalui undang-undang (UU) itu semata untuk menghindari terjadinya kontraproduktif. Hal ini harus diperhatikan baik dalam menanggulangi aksi terorisme maupun dalam menjaga semangat reformasi dan iklim demokrasi di Indonesia.

    Mekanisme pelibatan TNI akan dibahas dalam draf rancangan peraturan presiden tentang pelibatan TNI dalam mengatasi terorisme. Meutya mengaku belum menerima draf itu. Namun, dia mengatakan Komisi 1 DPR siap ditugaskan membahas draf tersebut. 

    "Apabila nanti sudah ada penugasan dari pimpinan DPR," ujar Meutya. 
     
     

    Meutya menegaskan penanganan terorisme tanggung jawab bersama lembaga terkait, termasuk TNI. Secara legal formal, TNI sudah diberikan landasan hukum turut membantu menjaga keamanan nasional dari ancaman keamanan tradisional maupun nontradisional seperti terorisme. 

    Baca: BNPT: Ideologi Salafi Jihadis Masih Menjadi Motif Terorisme

    "Melalui operasi militer peperangan dan operasi militer selain peperangan," ucap dia.

    Dia mengungkapkan pelibatan TNI dalam mengatasi terorisme telah dilakukan dalam operasi Tinombala. TNI berhasil melumpuhkan pimpinan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Santoso dan anggotanya pada 2016. 

    "Jadi, sesungguhnya pelibatan TNI dalam rangka mengatasi terorisme bukan hal yang baru dan tidak hanya di dalam negeri, kita juga melihat di beberapa negara juga tentu ada pelibatan tentara masing-masing untuk melawan terorisme," tutur Meutya.

    (OGI)
    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id