Klinik Aborsi Ilegal di Cempaka Putih Raup Untung Hingga Rp10 Miliar

    Cindy - 23 September 2020 17:29 WIB
    Klinik Aborsi Ilegal di Cempaka Putih Raup Untung Hingga Rp10 Miliar
    Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus. Medcom.id/Yurike Budiman
    Jakarta: Klinik aborsi ilegal di Jalan Percetakan Negara 3, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, meraup keuntungan miliaran. Klinik beroperasi sejak 2017.

    "Kalau hitung dari 2017, keuntungan yang diraup itu ada sekitar Rp10 miliar lebih," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Rabu, 23 September 2020.

    Yusri mengungkapkan jumlah pasien mencapai 780 orang setiap bulan. Total pasien yang sudah melakukan aborsi tercatat 32.760 orang.  

    Pasien dikenakan biaya registrasi Rp250 ribu per orang dengan biaya aborsi Rp2,5 juta sampai Rp5 juta. Biaya aborsi tergantung dari usia janin yang akan digugurkan.

    "Dalam satu hari itu kelompok bisa meraih untung Rp10 juta," beber Yusri.

    Yusri menuturkan dari keuntungan itu dibagi untuk dokter 40 persen, agen, dan pegawai. "Pegawainya dibayar Rp250 ribu sehari," ungkap Yusri.
     

    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id