comscore

3 Manajer Proyek Krakatau Steel Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi

Siti Yona Hukmana - 21 Juni 2022 09:28 WIB
3 Manajer Proyek Krakatau Steel Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi
Ilustrasi. Krakatau Steel. Foto: Istimewa.
Jakarta: Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa tiga manajer proyek PT Krakatau Steel berinisial PS, H, dan RHW. Ketiganya diperiksa terkait kasus dugaan korupsi proyek pembangunan pabrik blast furnace (BFC) oleh perusahaan tersebut pada 2011.

"PS selaku Manager Proyek PT Krakatau Steel diperiksa saat saksi selaku mantan Project Director BFC Project periode September 2019 sampai Desember 2021," kata Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana dalam keterangan tertulis, Selasa, 21 Juni 2022. 
Ketut mengatakan PS merupakan Deputi Project Director BFC Project periode Oktober 2017 sampai September 2019. PS bertugas membantu project director atau perwakilan pemilik atas nama Raden Hernanto untuk menyiapkan komunikasi, korespondensi, dan rapat, dengan pihak konsorsium (kontraktor).

Kemudian, pada September 2019 sampai Desember 2021, PS diangkat sebagai Project Director BFC Project. Tugasnya, mengoordinasikan dan mengendalikan pekerjaan agar sesuai dengan kontrak cq addendum keempat, kontrak progres pekerjaan.

Ketika PS menjabat Project Director, BFC Project sudah mencapai penerbitan First Blow In (FBI) atau sekitar 90 persen. Lalu, pembayaran untuk Foreign Portion (bagian asing) sudah mencapai 87,33 persen atau USD 292.454.071.

"Namun untuk Local Portion (bagian lokal) sudah dibayar 100 persen atau Rp2.215.424.762.190 melalui pembayaran proyek dan bridging loan (pinjaman) walaupun proyek belum selesai," ungkap Ketut.

Baca: Korupsi di Krakatau Steel Diselisik Lewat 4 Saksi

Namun, tahap kesiapan operasi belum berhasil atau gagal sampai 13 Desember 2019. Sehingga, dilakukan penghentian sementara.

"Hingga hari ini belum dilakukan serah terima proyek (final acceptance) dari kontraktor kepada pemilik pekerjaan (PT Krakatau Steel)," ujar Ketut. 

Sedangkan, H diperiksa terkait pihak yang mengetahui tentang penerbitan notice to proceed atau pemberitahuan untuk melanjutkan dan dimulainya pekerjaan proyek BFC. Sementara itu, RHW diperiksa dalam kapasitas saat dia menjabat sebagai Mantan General Manager Proyek BFC PT Krakatau Steel (PTKS) periode Juli 2013 sampai Agustus 2021 dan tim persiapan dan implementasi proyek PTKS untuk proyek BFC tahun 2011.

"Hubungannya dengan BFC Project adalah pada saat yang bersangkutan menjabat sebagai Manager Proyek BFC diterangkan bahwa coke oven gas holder yang belum terpasang saat itu sekitar USD20 juta dengan kurs dolar Rp9 ribu dengan jumlah total sebesar Rp180 miliar," ucap Ketut. 

Ketiga saksi diperiksa pada Senin, 20 Juni 2022. Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan. 

Dugaan rasuah di Krakatau Steel terendus setelah ditemukan adanya biaya operasi produksi yang lebih tinggi dari harga baja di pasaran saat uji coba. Sampai Desember 2019, pabrik bernilai kontrak Rp6,921 itu belum 100 persen dibangun.

Jaksa Agung Muda bidang Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung belum menetapkan tersangka dalam perkara korupsi pembangunan pabrik blast furnace oleh Krakatau Steel. Penyidik akan melakukan gelar perkara dengan ahli sebelum penetapan tersangka. 

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id