comscore

Direktur Industri Logam Kemenperin Diperiksa Terkait Korupsi Impor Baja

Antara - 29 Juni 2022 00:19 WIB
Direktur Industri Logam Kemenperin Diperiksa Terkait Korupsi Impor Baja
Kapuspenkum Kejaksaan Agung Ketut Sumedana, Foto: Branda Antara
Jakarta: Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung memeriksa Direktur Industri Logam Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Liliek Widodo. Ia diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi impor besi atau baja tahun 2016-2021.

"LW selaku Direktur Industri Logam Kementerian Perindustrian diperiksa terkait pertimbangan teknis atas persetujuan impor," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Ketut Sumedana dalam keterangan tertulis, Selasa, 28 Juni 2022.
Selain Liliek, penyidik juga memeriksa Direktur Industri Logam Kemenperin periode 2020 sampai dengan 2022 yakni Budi Susanto. Kemudian, satu saksi lainnya dari Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (Ilmate) Kementerian Perdagangan. Saksi tersebut ialah Koordinator Software and Content Direktorat Industri Elektronika dan Telematika Nosadyan Nasyim (NN). 

"Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara tersebut," tutur Ketut.
 

Baca: Pejabat Kemenperin Diperiksa Terkait Korupsi Impor Baja


Penyidik memeriksa dua orang saksi dari Kemenperin pada Senin, 27 Juni 2022. Kedua saksi tersebut ialah Koordinator Industri Logam Besi Kementerian Perindustrian berinisial RAW dan Subkoordinator Industri Logam Kementerian Perindustrian berinisial MH.

Dalam perkara ini penyidik Kejagung telah menetapkan 9 tersangka kasus korupsi impor baja dan besi. Sebanyak tiga tersangka perorangan dan enam tersangka korporasi.

Dari tiga tersangka perorangan itu, dua di antaranya merupakan tersangka swasta dan satu tersangka dari Kementerian Perdagangan. Ketiga tersangka yakni Tahan Banurea Analis Muda Perdagangan Impor di Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri (Dirjen Daglu) Kementerian Perdagangan, Taufiq, manajer PT Meraseti dan pendiri PT Meraseti berinisial BHL atau Budi Hartono Linardi.

Sementara itu, enam tersangka lainnya adalah perusahaan importir, yakni PT Bangun Era Sejahtera, PT Duta Sari Sejahtera, PT Intisumber Baja Sakti, PT Jaya Arya Kemuning, PT Perwira Aditama Sejati, dan PT Prasasti Metal Utama.

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id