comscore

Hakim Diharap Independen dalam Memvonis Azis Syamsuddin

Candra Yuri Nuralam - 17 Februari 2022 08:16 WIB
Hakim Diharap Independen dalam Memvonis Azis Syamsuddin
Sidang suap Azis Syamsuddin di Pengadilan Tipikor. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam.
Jakarta: Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat menggelar sidang putusan kasus dugaan suap penanganan perkara di Lampung Tengah hari ini, 17 Februari 2022. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap hakim independen memberikan putusan terhadap mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dalam kasus itu.

"Kami meyakini majelis hakim dalam perkara ini adil dan independen dalam memeriksa dan memutus perkara ini. Karena prinsip independensi hakim sangat penting," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri kepada Medcom.id, Kamis, 17 Februari 2022.
Ali mengatakan independensi majelis hakim dalam memutuskan perkara diyakini bakal menimbulkan aspek keadilan yang tepat bagi masyarakat. Vonis yang diberikan pun diyakini bakal sesuai fakta persidangan yang ada.

KPK optimistis memenangkan perkara ini. Lembaga Antikorupsi yakin Azis bakal divonis bersalah dan diberikan hukuman penjara sesuai dengan permintaan jaksa dalam tuntutan.

"Kami optimistis berdasarkan fakta hukum dan alat bukti yang sudah diperlihatkan tim jaksa KPK di depan majelis hakim, terdakwa akan dinyatakan bersalah menurut hukum," ujar Ali.

Meski yakin, KPK enggan menginterupsi hakim terkait penentuan nasib Azis. KPK menyerahkan semua pertimbangan putusan ke majelis hakim.

"Mengenai hukuman tentu sepenuhnya menjadi wewenang majelis hakim," kata Ali.

Baca: KPK Harap Azis Syamsuddin Divonis Sesuai Permintaan Jaksa

Jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Azis Syamsuddin dengan empat tahun dan dua bulan penjara. Majelis hakim juga diminta menjatuhkan pidana denda Rp250 juta subsider enam bulan kurungan kepada Azis.
 
"Menjatuhkan pidana tambahan kepada terdakwa berupa pencabutan hak dipilih dalam pemilihan jabatan publik atau politis terhitung lima tahun terhitung sejak terdakwa selesai menjalani pidana pokoknya," ujar jaksa Lie Putra Setiawan saat membacakan tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin, 24 Januari 2022.
 
Azis diyakini terbukti menyuap mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dan advokat Maskur Husain. Dia diduga memberikan uang hingga Rp3,099 miliar dan USD36 ribu.

(JMS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id