comscore

Tuntutan Mati Heru Hidayat Dianggap Keliru

Siti Yona Hukmana - 10 Desember 2021 11:02 WIB
Tuntutan Mati Heru Hidayat Dianggap Keliru
Ilustrasi/Medcom.id
Jakarta: Jaksa penuntut umum (JPU) dianggap keliru memberikan tuntutan mati terhadap Presiden Direktur PT Trada Alam Minerba Heru Hidayat dalam kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI). Karena, tuntutan hukuman mati melenceng dari tudingan dalam dakwaan awal.

"Kalau tidak ada dalam surat dakwaan, berarti kekeliruan yang dilakukan jaksa ketika dia mencantumkan itu (pidana hukum mati) di dalam tuntutan pidana," kata pakar pidana dari Universitas Trisakti Dian Adriawan saat dikonfirmasi, Jumat, 10 Desember 2021.
Baca: ICW Sebut Tuntutan Mati Koruptor Tak Ideal

Heru mengatakan JPU Kejaksaan Agung (Kejagung) menuntut mati Heru dengan acuan Pasal 2 ayat (2) UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor). Pasal itu tidak digunakan jaksa saat mendakwa Heru.

"Kalau tidak ada dalam surat dakwaan, kemudian dalam tuntutan-tuntutan pidana ada Pasal 2 ayat (2), itu sesuatu kekeliruan JPU," ujar Dian.

Dia juga menyebut jaksa tidak bisa sembarangan menuntut terdakwa tanpa mengacu pada dakwaan. Pasalnya, poin-poin dalam dakwaan merupakan acuan hakim untuk memeriksa terdakwa selama persidangan berlangsung. Poin dalam dakwaan juga dibutuhkan terdakwa untuk pembelaan.

"Karena begini, apa yang ada dalam surat dakwaan, diantisipasi juga oleh terdakwa di dalam pembuktian. Nah, bagaiman dia (terdakwa) mengantisipasi Pasal 2 ayat (2) kalau tidak ada dalam surat dakwaan," tutur Dian.

Dian mengkritik tuntutan hukuman mati yang didasarkan pada pengulangan pidana Heru. Jaksa menuding Heru telah melakukan pengulangan pidana karena ikut terlibat dan sudah divonis dalam kasus korupsi di PT Asuransi Jiwasraya.
 







Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id