comscore

Penangkapan Pengumpul Dana Teroris Sesuai Aturan

M Sholahadhin Azhar - 25 Mei 2022 22:03 WIB
Penangkapan Pengumpul Dana Teroris Sesuai Aturan
Ilustrasi teroris/Medcom.id
Jakarta: Penangkapan pihak yang mengumpulkan dana untuk kegiatan terorisme dianggap tepat. Tindakan hukum tersebut dilakukan sesuai aturan.

"Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2018 tentang Terorisme ya itu bisa ditangkap, sangat bisa ditangkap, karena dia bagian dari jaringan itu," kata Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI), Islah Bahrawi, dalam diskusi virtual bertajuk 'Menyoal Donatur Terorisme', Rabu, 25 Mei 2022.
Islah mengatakan aturan itu dapat dikenakan meski pihak yang ditangkap berdalih tak mengetahui peruntukkan dana yang dikumpulkan. Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2013 tentang Pencegahan Tindak Pidana Terorisme memperkuat dasar hukum penangkapan.

Baca: UB Awasi Aktivitas Mahasiswa Usai Penangkapan Dugaan Teroris

Menurut Islah, pihak berwenang wajib menangkap pengumpul dana untuk teroris. Tujuannya, menelusuri jaringan-jaringan teroris dan penggunaan dana.

"Berdasarkan UU Nomor 9 Tahun 2013, orang yang ikut serta mencari dana juga bisa ditangkap, meskipun dia tidak tahu penggunaan dana itu mengalir ke mana. Dia juga menjadi bagian dari ikut serta," kata Islah.

Di sisi lain, dia mengingatkan seluruh pihak untuk berhati-hati memberi bantuan seseorang. Islah mencontohkan seseorang yang membantu teman mencari kontrakan, sementara teman tersebut masuk daftar pencarian teroris.

"Temannya ini nggak tahu temannya ini DPO lalu dicarikan rumah kontrakan, lalu ditangkap. Nah temannya ini seharusnya dapat ditangkap juga," kata Islah.

Densus 88 Antiteror Polri menangkap mahasiswa berinisial IA di Kota Malang, Jawa Timur. Dia diduga membantu Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengumpulkan dana untuk di Indonesia.

Kabagbanops Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar mengimbau masyarakat selektif memberi sumbangan. Sehingga dana sumbangan yang diberi masyarakat tak salah sasaran.

“Kita mengharapkan masyarakat dapat lebih waspada dalam menyalurkan sumbangan-sumbangan ke organisasi atau kelompok yang tidak dikenal,” ujar Aswin.

(ADN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id