• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Lucas Pertanyakan Akun FaceTime yang Diungkap Saksi

Fachri Audhia Hafiez - 06 Desember 2018 22:43 wib
Sidang pemeriksaan saksi Dina Soraya untuk terdakwa Lucas. Foto:
Sidang pemeriksaan saksi Dina Soraya untuk terdakwa Lucas. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Jakarta: Terdakwa Lucas mempertanyakan akun FaceTime yang disebut dalam kesaksian Sekretaris PT Gajendra Adhi Sakti, Dina Soraya. Akun tersebut diduga sebagai Lucas yang kerap berkomunikasi dengan Dina.

Dalam persidangan terungkap, Dina mendapat permintaan bantuan seseorang penelepon dengan akun FaceTime kaisar555716@gmail.com. Permintaan itu guna membantu pelarian Chairman PT Paramount Enterprise, Eddy Sindoro untuk menghindari penyidikan KPK.

Akun tersebut tertulis dengan nama kontak 'Prof L'. Namun, Dina mengaku tidak pernah bertatap muka saat berkomunikasi dengan orang yang dianggap Lucas tersebut.

"Berarti dengan menggunakan FaceTime kaisar555716@gmail.com tidak pernah liat lawan bicaranya siapa?" tanya Lucas pada Dina di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 6 Desember 2018.

"Iya tidak pernah, hanya menggunakan komunikasi suara verbal," jawab Dina.

Dina meyakini bahwa akun tersebut adalah Lucas. Pasalnya, dia pernah mendapat pesan melalui iMessage berupa ucapan idul Fitri dari Lucas dan keluarga.

Lucas menegaskan bahwa akun tersebut bukan miliknya. Dia juga tidak pernah berkomunikasi dengan Dina melalui FaceTime.

Lucas pun meminta agar Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi untuk membuka rekaman suara dari FaceTime tersebut. Hal itu untuk membuktikan apakah akun tersebut merupakan Lucas atau bukan.

"Saya minta tolong majelis dibuka rekam suara kaisar555716@gmail.com kepada saksi supaya tahu siapa yang berbicara," ucap Lucas.

Baca: Saksi Akui Siapkan Penyamaran untuk Eddy Sindoro

Lucas sebelumnya didakwa merintangi penyidikan KPK dalam kasus yang menjerat petinggi PT Paramount Enterprise International Eddy Sindoro. Lucas menyarankan Eddy yang telah berstatus tersangka tidak kembali ke Indonesia agar terhindar dari pemeriksaan lembaga antirasuah.

Lucas didakwa melanggar Pasal 21 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.


(DMR)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.