Jokowi Minta MA Terapkan Sistem Penghargaan dan Hukuman

    Nur Azizah - 26 Februari 2020 13:40 WIB
    Jokowi Minta MA Terapkan Sistem Penghargaan dan Hukuman
    Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Foto: MI/Ramdani
    Jakarta: Presiden Joko Widodo meminta Mahkamah Agung (MA) menerapkan sistem penghargaan dan hukuman untuk para hakim. Sistem ini penting untuk meningkatkan kredibilitas para pengadil. 

    "Harus diberikan apresiasi dan tercipta peradilan yang bersih, berwibawa seperti yang diharapkan oleh seluruh masyarakat," kata Jokowi di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Rabu, 26 Februari 2020.

    Menurut dia, dengan cara itu, masyarakat akan semakin percaya dengan MA. Kesadaran untuk taat hukum pun muncul di masyarakat.

    "Bukan hanya dalam wajah yang represif yang menuntut kerja para penegak hukum," ungkap dia.

    Di sisi lain, Presiden mengapresiasi kinerja MA sepanjang 2019. Ia menilai MA telah menjalanlan reformasi besar-besaran terhadap dunia peradilan.

    Jokowi Minta MA Terapkan Sistem Penghargaan dan Hukuman
    Gedung MA di Jakarta. Foto: MI/Bary Fathahilah

    Baca: Komisi III Menyetujui Delapan Calon Hakim Agung

    "Makin cepat dan transparan untuk memberikan keadilan dan rasa adil kepada masyarakat," ujar dia.

    Sepanjang 2019 ada 20.275 beban perkara yang diterima dan tersisa 217 perkara yang belum diputuskan. Sisa perkara ini dianggap menjadi yang terendah di sepanjang sejarah MA.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id