Staf Imam Nahrawi Minta 20 Persen Anggaran Satlak Prima

    Sri Yanti Nainggolan - 21 Februari 2020 17:16 WIB
    Staf Imam Nahrawi Minta 20 Persen Anggaran Satlak Prima
    Ilustrasi sidang Imam Nahrawi. Foto: Medcom.id/Sri Yanti
    Jakarta: Mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Program Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) Tahun 2017, Chandra Bakti, mengaku diminta menyisihkan 20 persen dari masing-masing item kegiatan Satlak Prima. Pemotongan diminta staf eks Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. 

    "Saya tidak tahu (keperluan penyisihan)," ujar Chandra saat bersaksi buat terdakwa pengurusan dana hibah KONI dan penerimaan gratifikasi Imam Nahrawi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jumat, 21 Februari 2020. 

    Jaksa mengungkap Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Chandra. Deputi Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora Gatot S Dewa Broto mengumpulkan asisten Deputi V. Pengumpulan perintah dari sekretaris pribadi Imam, Nurohman. 

    Chandra turut dipanggil Direktur Perencanaan dan Anggaran Program Satlak Prima, Tommy Suhartono. Pertemuan dihadiri Nurohman dan staf khusus menteri, Husein. 

    (Baca: Taufik Hidayat Disebut Dalam Sidang Kasus Suap Kemenpora)

    Tommy memaparkan anggaran Satlak Prima dan meminta Chandra menyisihkan 20 persen dari tiap anggaran kegiatan. Namun, Chandra tidak menindaklanjutinya. 

    Beberapa bulan kemudian, Nurohman menagih permintaan tersebut ke Tommy. Chandra mengaku tak tahu pasti berapa pemotongan anggaran itu. 

    Pasalnya, terjadi peralihan Sekretaris Menteri menjadi Gatot pada 2017. "Terus beliau (Gatot) mengeluarkan edaran tidak ada lagi sifatnya penarikan tunai. Jadi pembayaran tunai sifatnya hanya langsung ke penerima bantuan. Jadi tidak bisa lagi. Makanya saya tidak mau memenuhi itu," tutur dia. 

    Chandra kemudian melaporkan pada Gatot terkait permintaan Nurohman dan Komeng. "Ya Pak Gatot bilang jangan lakukan itu," beber dia. 



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id