Sindikat Pembobol Rekening Rp1,14 Miliar Ditangkap

    Siti Yona Hukmana - 10 Maret 2020 15:34 WIB
    Sindikat Pembobol Rekening Rp1,14 Miliar Ditangkap
    Polda Metro Jaya mengumumkan kasus penipuan dan pembobolan dana Rp1,14 miliar. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
    Jakarta: Empat dari enam pembobol rekening asal Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, ditangkap. Sindikat ini membobol dana senilai Rp1,14 miliar lewat kartu anjungan tunai mandiri (ATM) seorang pengusaha berinisial AR.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyebut empat pelaku yang ditangkap ialah A, 26; DN, 56; MR, 33; dan H, 19. Sementara, dua rekan mereka masih diburu.

    "Mereka berinisial M dan IL," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 10 Maret 2020.

    Pembobolan dana itu terjadi pada pertengahan Januari 2020. Korban bertemu dengan dua pelaku, M dan DN, di sebuah hotel mewah di Jakarta Barat.

    "M dan DN ini otak pelaku kejahatan," ujar Yusri.

    M yang berpakaian perlente menyamar sebagai warga negara Brunei Darussalam. M menawarkan kerja sama jual beli gawai.

    "M meyakinkan bisa mendatangkan handphone dengan jumlah cukup banyak ke Indonesia," tutur Yusri.

    Saat mengobrol, tiba-tiba tersangka DN datang dan berpura-pura tidak mengenal tersangka M. Tersangka DN mengatakan keinginan untuk berbisnis dengan M.

    "Mereka mengobrol bertiga setuju. Tapi, alasan M dia punya ATM Brunei dan tidak bisa dipakai di Indonesia. Butuh rekening Indonesia," imbuh Yusri.

    M menyarankan untuk menggunakan uang korban terlebih dahulu. Korban diiming-iming mendapatkan keuntungan 15 persen setiap penjualan gawai.

    Sindikat Pembobol Rekening Rp1,14 Miliar Ditangkap
    Ilustrasi anjungan tunai mandiri. Medcom.id/M Rizal


    Korban setuju, lalu pergi ke mesin ATM bersama tersangka M dan DN. Tujuannya untuk mengecek saldo masing-masing. M dan DN mengintip pin ATM korban saat mengecek saldo pelaku.

    "Korban memiliki saldo Rp1,14 miliar dan DN memiliki Rp99 juta," ujar Yusri.

    Yusri mengatakan, sindikat ini akan membatalkan aksinya jika saldo korban hanya Rp10 juta atau kurang. Pelaku kemudian melanjutkan aksinya dengan mengajak korban bekerja sama setelah mengetahui saldo di dalam rekening.

    Pelaku meminjam ATM korban saat di dalam mobil. ATM ditukar dengan kartu palsu tanpa disadari korban AR.

    Setelah itu, uang dicairkan tersangka MR, H, dan A. Uang langsung ditransfer ke rekening penampung. Mereka menyiapkan 100 rekening penampung.

    Korban merasa tertipu dan lapor ke Polda Metro Jaya pada 29 Januari 2020. Polisi bergerak menyelidiki kasus pembobolan rekening dan mengamankan pelaku.

    MR dan H ditangkap di Apartemen Green Hills, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 5 Februari 2020. Berbekal keterangan MR dan H, polisi berhasil menangkap DN di Jakarta Pusat pada 6 Februari 2020, dan A di Pinrang, Sulawesi Selatan.

    "Sekarang masih kita kejar otak utama M dan IL. Mereka tetanggaan semua, orang Sidrap," pungkas Yusri.

    Sejumlah barang bukti berupa ratusan kartu ATM, buku tabungan, dan uang tunai Rp52 juta diamankan petugas. Keempat tersangka telah ditahan.

    Mereka dijerat Pasal 30 ayat 3, Pasal 46 ayat 3, Pasal 363 KUHP, Pasal 55 ayat 1, Pasal 56 KUHP. Keempatnya juga dikenakan Pasal 3, 4, dan 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan ancaman 20 tahun penjara.



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id