Jejak 151 Buron Kasus Aborsi Ilegal Terendus

    Siti Yona Hukmana - 12 Maret 2020 17:18 WIB
    Jejak 151 Buron Kasus Aborsi Ilegal Terendus
    Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Iwan Kurniawan/Medcom.id/Yona
    Jakarta: Polisi mengejar buron kasus aborsi ilegal di klinik Jalan Paseban Raya, Senen, Jakarta Pusat. Sejumlah bukti dikantongi penyidik. 

    "Kami sudah dapat beberapa bukti-bukti dan sampai sekarang masih kita lakukan penyelidikan," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Iwan Kurniawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 12 Maret 2020. 

    Tersangka buron ialah dokter berinisial A, 50, bidan dan 100 calo. Harapan Iwan semua buron segera ditangkap.

    "Itu semua masih penyelidikan, semoga bisa cepat terungkap," ujar Iwan.

    Baca: Dokter Aborsi Ilegal Masih Berkeliaran

    Polisi telah mengantongi hasil pemeriksaan laboratorium forensik (labfor) terkait proses pemusnahan janin. Janin korban aborsi ilegal dibuang ke septic tank dan disiram bahan kimia.

    "Dari hasil lab, septic tank mengandung zat asam, sehingga janin itu maupun sudah berbentuk diberikan zat asam dapat langsung hancur," pungkas Iwan.

    Subdit Sumber Daya Lingkungan (Sumdaling) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya mengungkap klinik aborsi ilegal Senin, 10 Februari 2020. Tiga tersangka ditangkap. 

    Jejak 151 Buron Kasus Aborsi Ilegal Terendus
    Tersangka kasus aborsi ilegal/Medcom.id/Yona.

    Mereka ialah dokter berinisial MM, bidan berinisial RM, dan tenaga administrasi berinisial SI. Ketiganya merupakan residivis dan ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya.

    Baca: Berkas Perkara Tersangka Klinik Aborsi Ilegal Rampung

    Polisi melimpahkan berkas perkara tahap pertama tiga tersangka tersebut ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta. Jaksa Penuntut Umum (JPU) masih meneliti berkas itu. 

    Mereka dijerat Pasal 83 Juncto Pasal 64 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan dan atau Pasal 75 ayat (1), Pasal 76, Pasal 77, Pasal 78 Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran dan atau Pasal 194 Jo Pasal 75 ayat (2) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Juncto Pasal 55, 56 KUHP. Dengan ancaman hukuman di atas 10 tahun penjara.



    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id