Berkas Pembunuhan Babinsa di Tambora Diserahkan ke Oditur Militer

    Zaenal Arifin - 07 Juli 2020 16:34 WIB
    Berkas Pembunuhan Babinsa di Tambora Diserahkan ke Oditur Militer
    Polisi Militer menggelar barang bukti kasus pembunuhan yang melibatkan Letda RW. Medcom.id/Yurike Budiman.
    Jakarta: Berkas perkara kasus pembunuhan Babinsa Koramil Tambora Kodim Jakarta Barat Serda HSP dan perusakan di Hotel Mercure diserahkan ke Oditur Militer II-7 Jakarta. Berkas diserahkan karena peristiwa itu melibatkan anggota TNI.

    Berkas perkara itu diberikan langsung oleh Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) Mayjen TNI Eddy Rate Muis dan diterima oleh Kepala Oditurat Militer (Kaotmil) II-7 Kolonel Sus Faryatno Situmorang.

    "Penyerahan berkas perkara kasus pembunuhan dan perusakan di Hotel Mercure dari penyidik Pom TNI AL, Pom TNI AD, kepada Oditur Militer sebagai penuntut umum di lingkungan peradilan militer," kata Eddy di Kantor Oditurat Militer II-7, Jakarta Timur, Selasa, 7 Juli 2020.

    Eddy mengatakan penyidik polisi militer AL dan AD telah merampungkan penyidikan dan mengungkap fakta yuridis terhadap kasus yang menjerat tiga anggota TNI. Hasilnya diserahkan ke Oditur Militer untuk kemudian ditindaklanjuti sesuai ketentuan undang-undang yang berlaku.

    "Hari ini kami menyerahkan kepada oditur berkas perkara tersebut beserta tersangka dan barang bukti untuk melaksanakan proses lebih lanjut, yaitu penuntutan dan persidangan. Jadi pekerjaan kami penyidikan sudah selesai," kata Eddy.

    Sementara itu, Faryatno mengatakan pihaknya akan meneliti terlebih dahulu syarat formal dan materiel terkait berkas perkara yang telah diserahkan oleh Puspom TNI.

    Baca: Kronologi Pembunuhan Babinsa di Hotel Mercure Jakbar

    Jika dinyatakan lengkap, kata dia, berkas perkara tersebut akan dilimpahkan ke pengadilan militer. Proses tersebut diperkirakan selesai dalam tujuh hari.

    "Kalau seandainya sudah lengkap memenuhi syarat, maka kami akan melakukan pengolahan. Kalau tidak atau ada yang belum lengkap, maka akan kami kembalikan untuk dilengkapi kembali. Yang jelas hari ini kami akan mulai penelitian berkas tersebut," kata Faryatno.

    Barang bukti yang diserahkan antara lain pistol, proyektil peluru jenis pistol, dan badik. Termasuk sejumlah peralatan hotel yang dirusak pelaku, dan tiga unit sepeda motor.

    Sebelumnya, Serda HSP yang merupakan Babinsa Tambora, ditusuk Letda RW. Penusukan terjadi setelah Letda RW dan Serda HSP cekcok.
     
    Letda RW tak terima karena dihalangi masuk ke Hotel Mercure untuk bertemu pacarnya. Hotel Mercure merupakan salah satu tempat isolasi mandiri bagi warga terpapar covid-19.

    Letda RW kemudian ditetapkan sebagai tersangka. Puspom TNI juga menetapkan dua anggota TNI AD berinisial Sertu H dan Koptu S sebagai tersangka.

    Kedua oknum TNI AD itu berperan dalam melakukan tindakan perusakan di Hotel Mercure. Selain itu, salah satunya berperan meminjamkan senjata api kepada tersangka Letda RW.

    Sebanyak enam warga sipil juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Mereka diduga ikut dalam perusakan Hotel Mercure. Keenam tersangka saat ini ditangani oleh Polres Metro Jakarta Barat.

    Sedangkan Letda RW saat ini ditahan di Pusat Polisi Militer Angkatan Laut (Puspomal). Sementara Sertu H dan Koptu S ditahan di Polisi Militer Kodam Jayakarta (Pomdam Jaya).

    (JMS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id